Gojek & Asosiasi Respons Keluhan Pengemudi Ojol Soal Sistem Order Baru

Penulis: Desy Setyowati dan Cindy Mutia Annur

20/2/2020, 15.06 WIB

Tagar #GojekKenapa jadi topik populer. Asosiasi pengemudi ojek online pun bakal mengadakan audiensi dengan Gojek terkait keluhan itu.

Gojek dan Asosiasi Tanggapi Pengemudi Ojek online Keluhkan Sistem Order Baru
Gojek
Ilustrasi, Gojek meluncurkan logo baru pada hari ini (22/7/2019).

Para pengemudi ojek online mengeluhkan sistem pemerataan order yang diterapkan Gojek. Tagar #GojekKenapa pun menjadi topik populer (trending topic) di Twitter. Menanggapi keluhan ini, Gojek menyampaikan bahwa sistem selalu dikembangkan.

Senior Manager Corporate Affairs Gojek Teuku Pravinanda menjelaskan, sistem algoritma pembagian order yang diterapkan perusahaan selalu memperhitungkan penyelesaiannya. “Bagaimana kemungkinan terbesar suatu order dari konsumen dapat diselesaikan,” katanya kepada Katadata.co.id, Kamis (20/2).

Sistem algoritma tersebut memasukkan berbagai aspek. Hal ini bertujuan supaya kebutuhan konsumen terlayani dengan segera.

(Baca: Pengemudi Ojol Keluhkan Sistem Baru, #GojekKenapa Jadi Topik Populer)

Bagi mitra pengemudi ojek online, harapannya mendapat pesanan yang sesuai dengan aspek-aspek yang diperhitungkan oleh sistem algoritma tersebut. Hal ini untuk menjaga pendapatan yang berkesinambungan, serta upaya aktivitas mitra lebih efektif dan efisien.

“Gojek senantiasa mengembangkan sistem untuk menunjang kebutuhan pengguna aplikasi Gojek, termasuk mitra driver dan konsumen,” kata Teuku.

Namun, salah satu pengguna Twitter yang mengaku mitra pengemudi Gojek Ryan mengatakan, sistem baru itu membuat driver harus bekerja lebih lama untuk tutup point atau mendapat bonus. Ia justru lebih setuju dengan sistem sebelumnya yang menerapkan akun prioritas.

Ia bercerita, pengemudi ojek online harus mau mengambil pesanan sejak pagi dan tidak memilih orderan. Pengemudi juga tidak membatalkan pesana, kecuali fiktif. Jika langkah-langkah ini dilakukan selama satu hingga dua minggu, akun pengemudi akan masuk prioritas.

(Baca: Kemenhub Kaji Tuntutan Driver Ojol Jabodetabek Tarif Jadi Rp 2.500/km)

Dengan sistem yang disebut Jaeger itu, kata dia, akun prioritas diutamakan dapat pesanan. Namun sistem itu diubah menjadi pemerataan order, karena ada keluhan dari pengemudi yang tidak masuk prioritas.

“Dari akun prioritas, sekarang akunnya down karena sistem pemerataan order,” kata Ryan melalui akun Twitter-nya @ryan_nus, hari ini (20/2). Cuitan itu disertai foto rekan-rekan pengemudi ojek online Gojek lainnya.

Ryan mengatakan, biasanya pengemudi bisa tutup point selama enam hingga delapan jam. “Sekarang harus bekerja 12 jam. Capek menunggu order,” katanya, pekan lalu (11/2).

Dia bercerita, akunnya bisa mendapat empat pesanan dalam sejam. Tetapi, sejam kemudian pesanan sepi. “Hari ini contohnya, kerja enam jam hanya dapat 11 orderan. Biasanya sudah dapat sekitar 20,” kata dia.

(Baca: Kemenhub, Gojek, Grab dan Asosiasi Sepakat Tarif Ojek Online Tak Turun)

Alhasil, tagar #GojekKenapa menjadi topik populer di Twitter hari ini. Hingga pukul 15.04 WIB, tagar itu diunggah lebih dari 5,6 ribu kali.

Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono mengaku sudah mendengar keluhan tersebut dari para pengemudi ojek online. Garda berencana mengajukan audiensi dengan Gojek terkait keluhan itu.

“Saat ini kami sedang kumpulkan data keluhan dari rekan-rekan sebagai materi audiensi,” kata Igun kepada Katadata.co.id.

(Baca: Soal Tarif Ojek Online, Kominfo Ancam Nonaktifkan Aplikasi Maxim)

Reporter: Desy Setyowati dan Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan