Paling Perkasa di Asia, IHSG Sesi I Meroket 2,93% ke Level 5.518,46
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi pertama Selasa (3/3) meroket hingga 2,93% ke level 5.518,46. Bahkan, IHSG sempat naik hingga ke level 5.545,77 atau naik 3,44%. Kinerja IHSG hingga siang ini pun menjadi yang terbaik di antara bursa saham Asia lainnya.
Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, rebound yang terjadi pada indeks dalam negeri saat ini sejalan dengan penguatan di bursa-bursa saham lainnya. "Pasar saham di Amerika Serikat (AS) mulai bergejolak mengalami kenaikkan," katanya.
Seperti diketahui, bursa saham Amerika Serikat seperti indeks Nasdaq melesat naik hingga 4,49%. Lalu indeks NYSE Composite juga bergerak naik 3,61%, termasuk S&P 500 yang naik 4,6% serta indeks Dow Jones yang meroket 5,09%.
Sementara, bursa-bursa di Asia lainnya, hingga pukul 11.33 WIB, juga bergerak naik. Indeks Hang Seng Index naik 0,78%. Shanghai Composite naik 1,36%, Straits Times naik 1,03%, serta Kospi naik 1,22%. Sementara indeks Nikkei 225 masih melanjutkan koreksi sebesar 0,57%.
(Baca: Kematian akibat Corona di AS Bertambah, Wall Street Justru Melesat)
Pada perdagangan sesi pertama hari ini, total volume saham yang diperdagangkan sebanyak 3,25 miliar saham, dengan nilai transkasi Rp 3,23 triliun. Total ada 293 saham yang naik, 91 saham turun, dan 109 saham lainnya stagnan. Nilai kapitalisasi pasar Rp 6.401,44 triliun.
Seluruh sektor pada perdagangan sesi 1 ini ditutup menguat dengan sektor konsumer naik paling besar 3,66%. Saham dengan kapitalisasi pasar besar yang menopang kenaikan ini seperti Unilever Indonesia (UNVR) naik 3,26% menjadi Rp 7.125 per saham.
Lalu, saham H.M. Sampoerna (HMSP) naik 5,08% di Rp 1.760 per saham. Saham Gudang Garam (GGRM) naik 3,03% menjadi Rp 51.000 per saham, kemudian Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) naik 5,17% menjadi Rp 10.675 per saham, sedangkan induknya, Indofood Sukses Makmur (INDF), naik 5,99% menjadi Rp 7.075 per saham.
Selain itu, sektor saham infrastruktur juga tercatat naik hingga 3,6%. Di mana saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM) menjadi motor penggerak indeks ini dengan kenaikan sebesar 4,65% menjadi Rp 3.600 per saham.
(Baca: Dana Asing Kabur dari Bursa Rp 5 Triliun, Saham Bank Besar Jadi Korban)
Saham Perusahaan Gas Negara (PGAS) juga naik 3,10% di Rp 1.330 per saham. Saham Jasa Marga (JSMR) tercatat naik 4,33% di Rp 4.820 per saham. Garuda Indonesia (GIAA) juga naik hingga 7,87% di Rp 274 per saham.
Sayangnya, investor asing tercatat melakukan jual dengan nilai bersih Rp 28,84 miliar di pasar reguler. Sementara, di pasar negosiasi dan tunai, asing melakukan beli dengan nilai bersih Rp 40,67 miliar. Sehingga, di seluruh pasar, asing masih tercatat melakukan beli senilai Rp 11,84 miliar.
