Harga Emas Dunia Melambung, Logam Mulia Antam Naik Rp 25 Ribu per Gram

Penulis: Ratna Iskana

18/3/2020, 09.05 WIB

Harga emas melonjak setelah bank sentral AS The Fed memberikan stimulus berupa pinjaman jangka pendek kepada perusahaan di tengah pandemi virus corona.

harga emas, the federal reserve, virus corona
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Ilustrasi, petugas menunjukkan emas batangan, di galeri 24 penjualan Logam Mulia, di Padang, Sumatera Barat, Jumat (21/2/2020). Harga emas Antam pada Rabu (18/3) naik Rp 25 ribu menjadi Rp 826 ribu per gram.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Harga emas dunia berhasil rebound setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve mengumumkan kebijakan meningkatkan pinjaman. Hal itu berhasil menenangkan kekhawatiran pasar atas krisis likuiditas akibat virus corona.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (18/3) pukul 07.51 WIB, harga emas di pasar spot naik US$ 7,49 menjadi US$ 1.535,79 per ounce. Untuk harga emas Antam pada hari ini naik Rp 25 ribu menjadi Rp 826 ribu per gram.

Sedangkan harga jual kembali emas Antam pada Rabu (18/3) pukul 08.30 WIB di Butik Emas Pulo Gadung naik Rp 26 ribu menjadi Rp 745 ribu per gram.

Harga emas dalam lima sesi terakhir jatuh karena investor menjual logam mulia untuk mencari dana tunai dan menutup kerugian dalam investasi lain. Hal itu seiring penyebaran virus corona yang terus meluas.

Namun kebijakan The Fed untuk memberikan banyak likuiditas di pasar mendorong harga emas. "Emas mulai bergerak sebagaimana seharusnya," kata Senior Market Strategist RJO Futures Bob Haberkorn seperti dilansir dari Reuters pada Rabu (18/3).

(Baca: Harga Emas Dunia Anjlok, Logam Mulia Antam Turun Rp 18 Ribu per Gram)

Aset aman seperti emas melonjak lebih dari 2% setelah The Fed menyatakan bakal meluncurkan kembali pinjaman jangka pendek seperti era krisis finansial untuk mencairkan kredit di pasar yang tegang akibat pandemi virus corona.

"Emas punya banyak fundamental di belakangnya untuk mendorong harga lebih tinggi. Ini merupakan peluang besar bagi orang masuk ke pasar emas," kata Head Trader US Global Investor ichael Matousek.

Sebelumnya, harga emas telah anjlok hampir 10% pada pekan lalu dari level tertinggi selama tujuh tahun. Selah satu faktornya yaitu jatuhnya harga minyak dunia.

Analis Goldman Sachs mengingatkan investor bahwa harga emas bisa bergerak fluktuatif. "Harga minyak yang jatuh membuat pembelian bank sentral Rusia terhenti dan dapat memicu beberapa penjualan. Dalam jangka pendek, harga emas bakal tetap volatile untuk mencari keseimbangan baru," kata Analis Goldman Sachs.

Adapun harga emas batangan Antam di Butik Logam Mulia pada Rabu (18/3) seperti dilansir dari logammulia.com selengkapnya sebagai berikut:
Emas batangan 0,5 gram Rp 437.500
Emas batangan 1 gram Rp 826.000
Emas batangan 2 gram Rp 1.601.000
Emas batangan 3 gram Rp 2.380.000
Emas batangan 5 gram Rp 3.950.000
Emas batangan 10 gram Rp 7.835.000
Emas batangan 25 gram Rp 19.480.000
Emas batangan 50 gram Rp 38.885.000
Emas batangan 100 gram Rp 77.700.000
Emas batangan 250 gram Rp 194.000.000
Emas batangan 500 gram Rp 387.800.000
Emas batangan 1.000 gram Rp 775.600.000.

(Baca: Harga Emas Dunia Naik 3%, Logam Mulia Antam Sentuh Rp 819 Ribu/Gram)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan