Nasabah Multifinance Minta Jadwal Ulang Utang karena Imbas Corona

Penulis: Muchammad Egi Fadliansyah

Editor: Agung Jatmiko

23/3/2020, 21.46 WIB

Dampak negatif mulai dirasakan Mandiri Tunas Finance, ditandai dengan sejumlah nasabah yang meminta rescheduling pembayaran pinjaman.

Ilustrasi, pameran mobil. Mandiri Tunas Finance menyebut penundaan event IIMS dan GIIAS berdampak buruk, karena event-event tersebut biasanya dibarengi adanya lauching produk baru dan juga promo-promo untuk memicu transaksi.
ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH
Ilustrasi, pameran mobil. Mandiri Tunas Finance menyebut penundaan event IIMS dan GIIAS berdampak buruk, karena event-event tersebut biasanya dibarengi adanya lauching produk baru dan juga promo-promo untuk memicu transaksi.

Efek pandemi corona mulai dirasakan oleh perusahaan pembiayaan atau multifinance,. Pemicunya adalah penundaan pembayaran pembiayaan dan event besar yang mampu dimanfaatkan multifinance.

PT Mandiri Tunas Finance misalnya, mengakui mulai merasakan dampak, karena beberapa nasabahnya sudah mengajukan penjadwalan ulang (rescheduling) pembayaran pembiayaan.

“Iya berdampak, terutama nasabah kami yang terkait di sektor pariwisata, beberapa sudah minta rescheduling pembayaran,” ujar Direktur Mandiri Tunas Finance Harjanto Tjitohardjojo kepada Katadata.co.id, Senin (23/3).

Adanya pandemi corona ini sebelumnya juga telah memaksa dua event otomotif terbesar ditunda, yakni Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2020 dan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2020.

Padahal, menurut Harjanto, event-event tersebut biasanya dibarengi adanya peluncuran produk baru dan juga promo-promo untuk memicu transaksi.

“Pengaruh pembatalan pasti ada,  walau tidak signifikan, sebab yang mempengaruhi bisnis multifinance adalah situasi ekonomi yang memburuk akibat virus corona ini,” kata Harjanto.

(Baca: OJK Siapkan Stimulus Lembaga Pembiayaan yang Terdampak Corona)

Jika kondisi ekonomi dalam satu minggu ke depan tak kunjung membaik, Harjanto menyatakan Mandiri Tunas Finance akan merevisi target. Sebelumnya, perusahaan menargetkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp 30,5 trilyun pada tahun ini atau meningkat dari Rp 28,8 triliun pada tahun lalu.

Terkait strategi agar kinerja tak turun terlalu dalam, Harjanto mengemukakan, Mandiri Tunas Finance akan melakukan cost cutting atau efisiensi biaya-biaya operasional, yang akan ditekan menjadi 70% dari biasanya.

Selain itu, anak usaha PT Bank Mandiri Tbk ini juga akan fokus menggali nasabah-nasabah induknya, yang memiliki karakteristik karyawan dengan pembayaran gaji melalui Bank Mandiri, serta Pegawai Negeri Sipil (PNS). Alasannya, profil nasabah ini diharapkan tidak mengalami penurunan penghasilan, seperti wirausahawan.

Perusahaan pembiayaan lain, PT BCA Finance, juga mengakui adanya dampak pandemi corona terhadap kinerja. Namun, Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim belum bersedia mengungkapkan seberapa besar efeknya.

Ia hanya menyatakan, pihaknya belum melakukan perhitungan seberapa besar dampak dari situasi dan tekanan saat ini.

“Untuk dampak virus corona yang sebenarnya masih belum bisa kami prediksi, ini baru tahap awal. Dampak akan tergantung seberapa lamanya musibah ini,semakin lama pasti dampaknya akan semakin besar,” jelasnya.

(Baca: OJK Longgarkan Aturan Kredit Bank ke Debitur yang Terdampak Corona)

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan