Tetap Beroperasi, Fore Tutup Sebagian Kedai Kopi selama Pandemi

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Yuliawati

18/5/2020, 20.29 WIB

Fore membantah rumor yang menyebutkan mereka sudah tak beroperasi dan menutup kedai secara permanen.

Fore, kopi, menutup kedai kopi, Covid-19
Fore Coffee
Fore Coffee menutup sebagian kedai kopi selama pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 membuat startup jaringan kafe berbasis teknologi Fore Coffe menutup sebagian kedai kopinya. CEO Fore Coffee Elisa Suteja mengatakan penutupan sebagian kedai merupakan upaya beradaptasi dengan perubahan situasi bisnis kopi.

"Kami menutup beberapa outlet dan sedang dalam proses penjualan aset terkait lokasi-lokasi tersebut," kata Elisa dikutip dari siaran pers, Senin (18/5).

Elisa memaparkan sejak terjadinya pandemi corona jajaran manajemen perusahan menjalankan beberapa inisiatif untuk beradaptasi dengan perubahan situasi bisnis, termasuk optimalisasi layanan toko offline.

(Baca: Siasat Fore, Kopi Kenangan hingga Starbucks Bertahan di Tengah Pandemi)

Beberapa langkah yang telah dilakukan dan direncanakan adalah penutupan sementara beberapa toko selama ramadan, penggabungan sebagian toko, dan pengembangan sistem untuk meningkatkan layanan penjualan online. "Sehingga, beberapa aset yang tidak akan digunakan lagi akibat dari penggabungan toko diputuskan untuk dijual," ujar Elisa.

Meski menutup beberapa kedai, Elisa menegaskan perusahaan tetap beroperasi dan tidak menutup seluruh kedainya. Elisa mengatakan muncul rumor tentang penutupan operasi Fore yang diduga berasal dari salah satu staf. Orang tersebut diduga menyebarkan sebagian informasi internal perusahaan sehingga menimbulkan persepsi yang salah di publik.

"Fore tidak akan tutup dan akan terus beroperasi. Informasi yang beredar bahwa Fore melakukan penutupan semua lokasi secara permanen adalah tidak benar," kata Elisa.

(Baca: Saatnya Investasi Sekarang, Kalau setelah Pandemi Terlambat)

Elisa juga menyatakan Fore Coffee tetap beroperasi dan senantiasa melayani pelanggan. Pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB), perusahaan mengikuti aturan yang berlaku dan memberikan layanan online delivery dan pick up.

Elisa mengatakan, perusahaan pun melihat bahwa masa pandemi ini sebagai sebuah kesempatan untuk menajamkan pelayanan melalui online delivery. "Hal ini dapat dilihat dari ada nya 12,8% kenaikan penjualan online setiap minggunya," ujar dia.

Ia melanjutkan, perusahaan juga bakal menambah variasi produk agar dapat melayani konsumen lebih baik dengan diluncurkannya produk minuman kopi dan non-kopi dalam kemasan botol 1 liter yang dapat dibeli di aplikasi Fore Coffee, Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak. Saat ini, menurut dia, ada sembilan varian minuman yang ditawarkan kepada konsumen dan penjualan terus meningkat sebanyak 22% setiap minggunya.

Pekan ini, Elisa mengatakan, Fore Coffee juga bakal meluncurkan layanan pengantaran dari pesanan aplikasi bertajuk Barista Delivery.  Melalui layanan ini, nantinya pesanan dari aplikasi berjarak kurang dari dua kilometer dari outlet Fore akan langsung diantarkan oleh Barista Fore.

"Kami percaya ini bisa meningkatkan kenyamanan konsumen yang menerima produknya langsung dari tim yang kami monitor selalu dalam keadaan sehat," ujar Elisa.

Sebelumnya, Fore juga menyiapkan beberapa langkah untuk bisa bertahan di tengah pandemi corona. Pertama, menghadirkan menu baru yang dapat menunjang kebugaran tubuh konsumen. Di antaranya Wedang Uwuh dan Temulawak Rempah.

Kedua, menawarkan kopi kemasan botol satu liter atau FOREveryone Pack. Fore menyediakan 9 varian menu kopi literan yakni Aren Latte, Shake Shake Latte, Latte, Roasted Latte, Klepon Latte. Lalu yang non-coffee di antaranya Wedang Uwuh, Roasted Green Tea, Matcha, Chocolate.

Ketiga, menawarkan produk Do It Yourself di mana Fore Friends dapat membuat sendiri minuman atau makanan menggunakan produk Fore Coffee. Di antaranya kopi Deep Forest sachet ready to brew, Fore Coffee creamy powder chocolate, matcha, dan roasted green tea.

Keempat, proses pembuatan minuman hingga pengemasan melalui proses higienis. Kelima, menyediakan gratis ongkos kirim (ongkir) kepada pelanggannya.

(Baca: Tren Ngopi ala Milenial, antara Aplikasi dan Promosi)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan