New Normal Pandemi Corona Berpotensi jadi Peluang Emas Industri Gim

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Agustiyanti

21/5/2020, 06.50 WIB

Di tengah pukulan pandemi corona terhadap hampir seluruh sektor ekonomi, industri gim justru berhasil melesat.

pandemi corona, industri gim, e-sport
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ilustrasi. Melon Indonesia mencatat gim mencatatkan posisi ketiga dengan kenaikan trafik tertinggi selama pandemi corona.

Di tengah pukulan pandemi corona terhadap hampir seluruh sektor ekonomi, industri gim justru berhasil melesat. Kebijakan normal baru atau new normal yang tengah disiapkan pemerintah pun dinilai tetap mampu mendatangkan peluang emas bagi industri e-sport ini untuk tumbuh lebih cepat.

Unit bisnis hiburan Telkom Group, Melon Indonesia mencatat gim mencatatkan posisi ketiga dengan kenaikan trafik tertinggi selama pandemi corona. Berada di posisi pertama dan kedua adalah layanan pendidikan dan video streaming. 

CEO PT Melon Indonesia Dedi Suherman mengatakan, layanan gim sangat diminati selama pandemi corona. Pasalnya, waktu yang dimiliki untuk bermain gim menjadi lebih banyak, terutama akibat kebijakan pembatan sosial dan upaya menghindari aktivitas di luar rumah. 

Oleh karena itu, menurut dia, pelaku industri gim harus mampu memanfaatkan perubahan pola perilaku pelanggan tersebut. Terutama, dengan meluncurkan produk-produk untuk menunjang pertumbuhan industri.

"New normal ini merupakan suatu kegiatan yang akan membuatpola masyarakat sebelumnya berubah. Kita harus melihat ke depan,  peluang yang akan terjadi ini, " ujar Dedi dalam video conference, Rabu (20/5). 

(Baca: Sulit Gaet Sponsor Efek Pandemi, Tim E-Sports Andalkan Video Streaming)

Adapun momentum kenaikan di tengah pandemi corona dimanfaatkan pengembang gim lokal Anantarupa Studios untuk meluncurkan  gim multiplayer online battle area (MOBA) pertama di Indonesia yakni Lokapala. Pengembangan gim ini membutuhkan waktu dua tahun. Adapun gim ini mengusung latar belakang nilai-nilai budaya dan historis Nusantara.

Co-founder & COO Anantarupa Studios Diana Paskarina menjelaskan, pihaknya tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi kondisi new normal  pandemi corona. Meskipun menerapkan kebijakan bekerja di rumah atau work from home namun, perusahaan memastikan kecepatan produksi gim tepat waktu dan pada jalur yang tepat.

"Karena sebenarnya, kami di industri digital bisa melakukan penyesuaian  lebih mudah," ujar Diana.

International Esports Referee Committee Stanley Tjia mengatakan, industri gim bisa saja melakukan gebrakan baru seperti mengadakan turnamen online dengan berbagai ketentuan di tengah kebijakan new normal pandemi corona. Turnamen e-sport dapat dilakukan melalui video call messenger atau aplikasi Zoom.

Kendati demikian, para panitia harus tetap memastikan dan memantau bahwa para peserta turnamen bukan joki alias peserta yang menyamar melainkan pemain sesungguhnya.

"Saya yakin, aktivitas e-sport tidak akan berhenti alias akan tetap berjalan terus dan hadiahnya pun tidak berkurang karena para sponsor melihat industri ini sebagai sesuatu yang bisa mendatangkan iklan," ujar Stanley.

Edsus E-Sport
Ilustasi turnamen e-sport. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

 

Memanfaatkan pertumbuhan yang melesat, Gojek pun kini telah menghadirkan web-based gaming Maingame.com di layanan GoGames. CEO MainGame.com Anton Soeharyo mengatakan selama pandemi corona, perusahaan mencatat lonjakan lalu lintas layanan sebanyak 75% selama satu bulan terakhir.

“Tren positif tersebut diharapkan dapat semakin mendorong pertumbuhan kami dan semua pengembang permainan lokal di ekosistem kami,” ujar Anton dikutip dari siaran pers, Rabu (20/5).

Head of Third Party Platform Gojek Sony Radhityo mengatakan, kerja sama dengan perusahaan gim penting dalam mendukung praktik social distansing di tengah pandemi.“Rekomendasi WHO pun menjadikan permainan sebagai salah satu aktivitas pengisi waktu yang menyenangkan saat menjalani masa karantina mandiri. Ini menjadi salah satu faktor mengapa kami menambah layanan GoGames,” ujar Sony.

Sebelumnya, pelaku usaha di industri e-sports kesulitan menggaet sponsor akibat pandemi corona. Oleh karena itu, tim e-sports mengandalkan keterlibatan fan lewat video streaming dan media sosial.

CEO Boom E-sport Gary Ongko Putera khawatir pendapatan timnya menurun karena kurangnya dukungan sponsor. Kabar baiknya, jumlah penonton video streaming dan engagement di media sosial justru meningkat selama pandemi virus corona.

"Sekarang dari manajemen, revenue low, tapi engagement tinggi. Dapat banyak penonton video streaming," kata Gary saat video conference, Selasa (12/5). 

(Baca: Tim E-Sports Sulit Gaet Sponsor Akibat Pandemi Corona)

Business Development E-sports Manager Garena Nugroho Wijaya menambahkan, banyak turnamen e-sports dibatalkan karena pendemi corona sejak Maret lalu. Para pelaku e-sports pun mengandalkan berbagai acara virtual untuk menarik penonton atau engagement.

"Ada yang membuat event untuk amal, casual, semi pro dan lainnya, supaya bisa mengajak berpartisipasi di rumah aja," kata Wijaya. Pengembang gim Free Fire ini menilai, fan e-sports di Indonesia cukup banyak dan potensial.

Berdasarkan firma analis Stream Hatchet, penonton streaming game online melonjak 43%. Sedangkan durasi pemutarannya video mencapai 495 juta jam sepekan sejak akhir Maret.

Lalu, menurut riset DailySocial, 43,6% dari 1.445 responden bermain e-sports setiap hari. Responden yang bermain beberapa kali dalam seminggu mencapai 35,8%. Hanya 16,8% responden yang jarang bermain e-sports dan 3,9% yang tidak pernah memainkannya.

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan