IHSG Sesi I Naik 0,35% Meski Investor Asing Masih Terus Jual Sahamnya

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

30/6/2020, 12.51 WIB

Investor asing menjual sahamnya hingga Rp 161,82 miliar di pasar reguler. Sektor industri dasar naik paling tinggi 2,33% menopang IHSG.

ihsg hari ini, ihsg sesi i, asing jual saham, investor asing, modal asing
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
IHSG sesi pertama di pengujung semester 1 2020, Selasa (30/6), naik 0,35% ke level 4.918,93 meski perdagangan masih diwarnai aksi jual oleh investor asing sebesar Rp 161,82 miliar.

Indeks harga saham gabungan atau IHSG naik 0,35% ke level 4.918,93 pada perdagangan sesi pertama di pengujung semester 1 2020, Selasa (30/6). Meski naik, perdagangan saham diwarnai aksi jual saham oleh investor asing.

Tercatat, investor asing melakukan penjualan pada portofolio sahamnya senilai Rp 161,82 miliar di pasar reguler. Saham Adaro Energy Tbk (ADRO) menjadi yang paling besar dijual oleh investor asing yakni senilai Rp 23,5 miliar. Harga sahamnya pun turun 1% menjadi Rp 995 per saham.

Selain itu, saham Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga tercatat dilepas investor asing dengan nilai bersih Rp 20,2 miliar. Harga saham bank milik pemerintah ini naik 0,81% menjadi Rp 4.980 per saham.

Saham lainnya yang dijual oleh investor asing yaitu saham Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Nilai bersih penjualannya mencapai Rp 13,8 miliar. Harga sahamnya tercatat turun 1,85% menjadi Rp 6.625 per saham.

(Baca: Investor Awasi Data Ekonomi, IHSG Hari Ini Berpeluang Naik)

Pada perdagangan pertama satu hari ini, total volume saham yang ditransaksikan sebanyak 4,49 miliar unit dengan nilai Rp 3,25 triliun. Total ada 193 saham yang naik, sementara 180 saham lainnya turun, dan 156 saham stagnan.

Berdasarkan sektornya, tujuh dari sembilan sektor ditutup menguat, dimana penguatan paling signifikan terjadi pada sektor saham industri dasar sebesar 2,33%. Penguatan pada sektor ini berasal dari saham Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang naik 9,46% menjadi 6.075 per saham.

Saham lainnya yang mampu mendorong penguatan sektor ini adalah Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) yang meroket hingga 12,1% menjadi Rp 5.325 per saham. Begitu pula dengan penguatan pada saham Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang naik 1,94% menjadi Rp 6.575 per saham.

Sementara, sektor saham yang ditutup melemah pada perdagangan sesi pertama yaitu sektor infrastruktur sebesar 2,02%. Saham Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menjadi penyebabnya karena turun hingga 3,46% menjadi Rp 3.070 per saham.

(Baca: IHSG Turun 0,05%, Investor Asing Jual Saham hingga Rp 600,5 Miliar)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan