Alfamart Ambruk Diduga Karena Gedung Terlalu Tua, Ini Kata Manajemen
PT Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart menyatakan siap menanggung biaya pengobatan bagi para korban tertimpa bangunan toko yang ambruk di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Selain itu, perseroan juga akan memberikan santunan kepada seluruh korban.
Terkait alasan menyewa bangunan tersebut, General Manager Corporate Communication PT Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart, Nur Rachman, mengatakan gedung itu dipilih karena wilayahnya yang strategis. Artinya, ada potensi pasar yang bisa digarap dengan menyewa gedung itu.
Saat ini Alfamart sedang menunggu proses penyelidikan oleh Polda Kalimantan Selatan. Perseoan juga belum menghitung jumlah kerugian akibat peristiwa itu.
"Nilai kerugian masih dihitung dan penyebab kejadian masih belum dapat dipastikan. Saat ini sedang ditangani pihak Polda Kalimantan Selatan," kata Nur Rachman kepada Katadata, Selasa (19/4).
Sebuah bangunan minimarket Alfamart ambruk dan menyebabkan empat orang tewas dan belasan lainnya terluka, Senin (18/4). Bangunan Alfamart yang ambruk diperkirakan telah berusia 20 tahun.
Bangunan juga kerap terendam air karena berada di wilayah rawa dan sering terkena bencana banjir. Polisi menduga konstruksi bangunan tidak sesuai dengan kondisi lahan.
"Jadi bangunan tua dan disewa oleh Alfamart," ujar Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rikwanto dikutip dari Antara, Selasa (19/4).
Korban yang meninggal ini terdiri dari seorang karyawan dan tiga pengunjung Alfamart. Hingga saat ini total ada 13 korban berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan tiga lantai yang rata dengan tanah.
Dari jumlah tersebut, lima orang selamat dan seorang meninggal dunia merupakan karyawan Alfamart. Sementara korban masyarakat sebanyak tujuh orang, terdiri dari empat orang selamat dan tiga meninggal.
Harga saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)ditutup di level Rp 1.260/unit pada perdagangan akhir perdagangan 2021. Artinya, harga saham pengelola jaringan ritel Alfamart tersebut naik 59,15% dibanding posisi 30 Desember 2020.
