Dilanda Aksi Ambil Untung, Harga Minyak Jatuh ke Level US$ 86/Barel

Syahrizal Sidik
25 Januari 2023, 08:28
Diterpa Aksi Ambil Untung, Harga Minyak Jatuh ke Level US$ 86/Barel
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Ilustrasi. Harga minyak dunia mengalami penurunan di tengah ekspektasi melambatnya ekonomi global.

Harga minyak mentah dunia kembali anjlok pada perdagangan Selasa waktu setempat. Harga minyak kembali jatuh setelah dilanda aksi ambil untung dan kekhawatiran pasar mengenai perlambatan ekonomi global dan perkiraan peningkatan persediaan minyak AS.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret turun US$ 1,49 atau 1,8% ke level US$ 80,13 barel di New York Mercantile Exchange.

Sedangkan, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret anjlok US$ 2,06 atau 2,3%, menjadi ditutup pada US$ 86,13 di London ICE Futures Exchange.

"Pasar minyak melemah karena para pedagang mengambil keuntungan setelah mendekati tertinggi multi-minggu," kata Vladimir Zernov, analis pemasok informasi pasar FX Empire, Selasa (24/1), seperti dikutip dari Antara, Rabu (25/1). 

Harga minyak mencetak kenaikan yang solid baru-baru ini, yang membuat Brent menetap di level tertinggi sejak akhir November pada Senin, didorong oleh ekspektasi permintaan yang lebih tinggi di China.

Aktivitas bisnis AS berkontraksi pada Januari selama tujuh bulan berturut-turut, meskipun penurunan mengalami moderasi di seluruh sektor manufaktur dan jasa untuk pertama kalinya sejak September dan kepercayaan bisnis menguat saat tahun baru dimulai.

"Ekonomi AS masih bisa berguling dan beberapa pedagang energi masih skeptis tentang seberapa cepat permintaan minyak mentah China akan bangkit kembali pada kuartal ini," kata analis OANDA, Edward Moya.

Aktivitas bisnis zona euro membuat kejutan kembali ke pertumbuhan moderat pada Januari, Indeks Manajer Pembelian (PMI) Komposit flash S&P Global menunjukkan. Namun aktivitas ekonomi sektor swasta Inggris turun pada tingkat tercepat dalam dua tahun.

Para pedagang juga menunggu data stok bahan bakar AS karena Badan Informasi Energi AS akan merilis laporan status minyak mingguannya pada Rabu waktu setempat. Para analis yang disurvei oleh S&P Global Commodity Insights memperkirakan pasokan minyak mentah AS menunjukkan penurunan 2,4 juta barel.

Sementara itu, panel OPEC+ kemungkinan akan mendukung kebijakan produksi minyak kelompok produsen saat ini ketika bertemu minggu depan. Lima sumber OPEC+ mengatakan pada Selasa (24/1), karena harapan permintaan China yang lebih tinggi mendorong reli harga minyak diimbangi oleh kekhawatiran atas inflasi dan pelambatan ekonomi global.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...