Pemerintah Kejar Target Jadi Hub Penyimpanan Karbon di Regional
Pemerintah mendorong implementasi teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon dengan membentuk Indonesia Carbon Capture and Storage Center (ICCSC).
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ICCSC merupakan organisasi baru untuk mengembangkan solusi carbon capture storage (CCS) dan percepatan transisi energi. Ia menyebut pemerintah berkomitmen mendorong inovasi dan kerjasama penerapan penangkapan dan penyimpanan karbon.
"Ini untuk mencapai tujuan besar kita menjadikan Indonesia sebagai CCS Hub di regional," katanya, saat peluncuran ICCSC, Selasa (30/5).
Menko Luhut juga menyampaikan pemerintah akan terus mendorong inovasi, investasi, dan kerjasama dalam penerapan CCS guna meningkatkan efektivitas dan pertumbuhan CCS di Indonesia. Ia menyebut CCS akan menjadi jalan baru dalam pengembangan bisnis rendah karbon di masa depan, termasuk dalam pengembangan hidrogen, amonia biru dan hijau, serta metanol biru dan hijau.
Luhut merinci ada beberapa tantangan pengembangan dan penerapan CCS yang tepat dan berkelanjutan. Beberapa faktor penting yang membutuhkan kolaborasi dari semua pihak termasuk pengaturan dan kebijakan, infrastruktur dan teknologi, keuangan dan pembiayaan, serta kesadaran dan dukungan masyarakat.
Luhut menyebut Indonesia memiliki potensi besar dalam kapasitas penyimpanan CO2. Berdasarkan beberapa penelitian, kapasitas yang dimiliki Indonesia bisa mencapai 400 Gt untuk penerapan teknologi CCS. Dengan demikian, terdapat potensi bisnis dan investasi yang besar bagi Indonesia, sekaligus peran CCS dalam mengurangi emisi karbon.
Sebelumnya, Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Mirza Mahendra mengatakan saat ini terdapat 16 proyek penangkapan karbon, berupa penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) serta penangkapan, pemanfaatan dan penyimpanan karbon (CCUS) yang akan beroperasi sebelum 2030.
“Yang paling signifikan yaitu CCUS Tangguh BP Berau yang telah mendapatkan persetujuan Plan of Development. Selain itu juga ada Pilot Test Huff and Puff CO2 Injection oleh Pertamina di Lapangan Jatibarang masih skala sumuran namun hasilnya sangat menggembirakan,” ujarnya dikutip dari siaran pers, Kamis (9/2).
