Pemerintah Cina Bangun PLTS Bengkali Senilai Rp 19 Triliun pada 2024
Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Cina melalui Calypte Holding dan CGN Energy Internasional Holding Co Limited menyepakati kerja sama membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS di Kabupaten Bengkalis.
Pemangku kepentingan akan membangun PLTS berkapasitas 1.000 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (CCGT) kapasitas 500 MW dengan total nilai investasi mencapai Rp 19,6 triliun. Proyek mulai dikerjakan pada Juni 2024 dan diproyeksi rampung pada 2027.
"Sebuah nilai yang fantastis memiliki komitmen besar dari kami, dan menjadi dasar Indonesia menjadi role model bagi ASEAN untuk mengembangkan energi baru terbarukan dalam skala besar," kata Executive Chairman Calypte Holding Iskandar seperti dikutip Antara, Jumat (11/8).
Dia menyebutkan Calypte Holding dan CGN Energy melakukan beberapa pemetaan survei studi kelayakan awal di beberapa lokasi. Berdasarkan analisa itu, pihaknya memutuskan Pulau Bengkalis sebagai lokasi pengembangan energi terbarukan.
"Karena Bengkalis memiliki kontur alam yang cukup bagus, radiasi matahari yang cukup bagus dan beberapa faktor pendukung lainnya," katanya pula.
Dia mengaku sudah melaporkan studi awal kepada Menteri ESDM dan sudah diteruskan kepada Direktorat Jenderal terkait dan PLN pusat. Harapannya, proyek tersebut masuk ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik atau RUPTL 2023 dan dapat berjalan untuk jangka panjang.
Selanjutnya, RUPTL ini yang menjadi dasar untuk melakukan tahap berikutnya, yaitu penyelesaian lengkap studi kelayakan. Kemudian, pengerjaan fisik proyek dijadwalkan berlangsung pada Juni 2024.
"Jika sesuai dengan jadwal tersebut, maka dapat diprediksikan proyek ini selesai pada Desember 2027. Pada Januari 2028 listrik dari Bengkalis ini akan siap menyuplai Sumatra," ujarnya.
Kerja sama ini sekaligus menindaklanjuti pertemuan bersama Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi pada 29 Juli 2023 di Cina. Pemerintah Cina berkomitmen membantu Indonesia dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia, dan mencapai transisi energi 23% tahun 2025.
"Sesuai harapan Staf Kepresidenan bahwa Calypte Holding bekerja sama dengan CGN Energy memiliki program jangka panjang untuk pengembangan energi terbarukan di Indonesia," kata
