Penundaan Rapat OPEC Bikin Pasar Gelisah, Harga Minyak Merosot 1,7%

Happy Fajrian
27 November 2023, 18:14
harga minyak, opec
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Seapup 1 Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java (ONWJ) saat perawatan salah satu sumur minyak dan gas di lepas pantai utara Indramayu, Laut Jawa, Jawa Barat, Minggu (2/4/2023).PHE ONWJ berhasil mencapai produksi pada tahun 2022 sebesar 27.593 barrel oil per day (BOPD) untuk minyak dan 74,49 million standard cubic feet per day (MMSCFD) untuk gas.

Harga minyak turun lebih dari 1% pada Senin (27/11). Turunnya harga dipengaruhi oleh kegelisahan pasar yang menantikan rapat kebijakan OPEC yang diprediksi memperpanjang pengurangan produksi minyak setidaknya hingga kuartal pertama 2024.

Brent hari ini diperdagangkan di level US$ 79,36 per barel, turun US$ 1,22 atau 1,51% dibandingkan sehari sebelumnya. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) turun US$ 1,27 atau 1,68% menjadi US$ 74,27 per barel.

OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, atau lebih dikenal dengan OPEC+ menunda pertemuan tingkat menteri yang sedianya diadakan pada 26 November menjadi 30 November untuk mengatasi perbedaan target produksi bagi produsen Afrika.

Analis ING mengatakan sentimen pasar masih negatif mengingat perselisihan di dalam OPEC+ mengenai kuota produksi, meskipun mereka memperkirakan Arab Saudi akan melanjutkan pemotongan sukarela tambahan sebesar 1 juta barel per hari (bph) hingga 2024.

“Jelas, jika kita tidak melihat hal ini, hal ini akan memberikan tekanan lebih lanjut pada pasar, mengingat surplus pada kuartal pertama 2024,” kata analis ING seperti dikutip Reuters, Senin (27/11). “Perkiraan ekspor negara-negara OPEC telah turun menjadi 1,3 juta bph di bawah level bulan April, sejalan dengan target pasokan mereka.”

“Kami masih memperkirakan perpanjangan pemotongan unilateral Saudi dan Rusia setidaknya hingga kuartal pertama tahun 2024, dan pemotongan kelompok tidak berubah, meskipun pemotongan asuransi kelompok yang lebih dalam kemungkinan akan dilakukan,” tambah analis ING.

Namun, Uni Emirat Arab akan meningkatkan ekspor minyak mentah andalan Murban awal tahun depan. Sementara, peningkatan stok minyak mentah di Amerika juga dapat memberikan tekanan pada harga.

Badan Energi Internasional memperkirakan akan terjadi sedikit surplus di pasar minyak global pada tahun 2024 bahkan jika negara-negara OPEC+ memperpanjang pengurangan produksinya hingga tahun depan.

Analis Commonwealth Bank Vivek Dhar mengatakan bahwa dengan perkiraan IEA bahwa permintaan minyak global hanya akan tumbuh 0,9 juta bph pada 2024, turun dari pertumbuhan 2,4 juta bph pada tahun 2023, OPEC+ harus menunjukkan disiplin pasokan yang signifikan.

“Atau setidaknya memperkuat kemampuan tersebut. untuk meredakan kekhawatiran pasar akan surplus besar di pasar minyak tahun depan,” ujarnya

Harga minyak juga stabil setelah ketegangan geopolitik mereda di Timur Tengah menyusul gencatan senjata di Gaza dan pertukaran sandera dan tahanan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...