Produksi Minyak Jawa Timur Tahun ini Sukses Lampaui Target hingga 106%

Happy Fajrian
28 November 2023, 17:26
produksi minyak, jawa timur
Dok. Chevron
Ilustrasi pengeboran migas.

Realisasi produksi minyak Jawa Timur dan Jawa Tengah tahun 2023 diperkirakan sebesar 193 ribu barel minyak per hari (BOPD), melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebesar 181 ribu BOPD.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa (Jawa, Bali dan Nusa Tenggara) Nurwahidi mengatakan bahwa produksi minyak di Jawa Timur terutama berasal dari 11 KKKS yang beroperasi di wilayah Bojonegoro, Gresik dan Pulau Madura.

“Produksi dan lifting minyak Jawa Tengah dan Jawa timur sampai saat ini mencapai 106 %,” ujarnya kepada wartawan saat berkunjung ke fasilitas produksi PGN Saka di Kawasan Industri Manyar Gresik Jawa Timur, Senin (27/11).

Untuk gas, potensi produksi atau lifting juga mencapai target. Meski begitu, lanjut Nurwahidi, kemampuan serapan gas oleh buyer (pembeli) Jawa Tengah dan Jawa Timur masih belum optimal sehingga terjadi oversupply.

Adapun sebagian besar produksi atau sekitar 44% tersalurkan untuk sektor industri, 24% untuk sektor pupuk, 31% sektor kelistrikan, sedangkan city gas hanya 0,5% dan 0,4% diproses untuk menjadi elpiji.

Meski begitu, Nurwahidi memastikan kelebihan pasokan ini akan disalurkan hingga ke Jawa Barat melalui pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang. “Kalau kami dengar wilayah Jawa Barat itu undersupply, kekurangan gas. Kebetulan untuk men-supply dari Jawa Timur ke Jawa Barat, pipa yang ada belum tersambung,” ujarnya.

Sebagai informasi, pembangunan pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang Tahap 1 (Cisem-1) ruas Semarang-Batang sepanjang 60 km telah selesai dan sedang disiapkan pembangunan pipa ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur (tahap II) sepanjang 240 km yang akan dimulai pada 2024.

Ia mengatakan jika pembangunan pipa transmisi tersebut telah sampai ke Cirebon maka potensi gas dari Jatim tersebut dapat disalurkan ke Jawa Barat. “Yang berikutnya akan dibangun sampai ke Cirebon, baru kami bisa mengalirkan potensi suplai gas yang dari Jawa Timur, Jawa Tengah ke Jawa Barat,” ujar Nurwahidi.

Pada tahap II ini akan dilakukan pembangunan pipa jalur dari Batang hingga Kandanghaur. Dalam tahap II ini, Kementerian ESDM melihat ada beberapa potensi permintaan gas.

Pertama, kemungkinan terjadi pada industri di Cirebon, Tegal. Pekalongan, Brebes dan Pemalang dengan volume sekitar 5,8-12 MMSCFD. Kedua, pada konsumen komersial seperti hotel dan restoran.

Ketiga, jaringan gas rumah tangga, kilang minyak Balongan dengan volume 24 MMSCFD dan berpotensi meningkat hingga 42 MMSCFD. Potensi permintaan lainnya juga berasal dari pembangkit tenaga listrik dengan volume 189-199 MMSCFD.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...