Ini Alasan Adaro Masih Pakai PLTU Sebagai Sumber Energi Proyek Smelter

Mela Syaharani
28 November 2023, 21:18
adaro, pltu, smelter
Katadata/Ilustrasi: Lambok Hutabarat

Adaro Energy berencana membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) aluminium di Kalimantan Utara. Investor Relations Adaro, Danuta Komar mengatakan pada tahap pertama pembangunan smelter ini akan menggunakan PLTU sebagai sumber energi.

“Karena memenuhi kebutuhan base load itu sangat penting agar smelter dapat beroperasi dengan layak secara ekonomi,” kata Danuta dalam Public Exposes Live 2023 sesi Adaro Energy, Selasa (28/11).

Danuta menyebut, sumber energi listrik dari PLTA disebut hampir mampu dalam menyediakan base load, namun dengan waktu pengembangan dan konstruksi yang membutuhkan waktu cukup lama membuat PLTU akhirnya dipilih.

“Konstruksi saja membutuhkan waktu lebih dari 4 tahun. Oleh karena itu di tahap pertama PLTU merupakan satu-satunya sumber listrik yang layak secara ekonomi,” ujarnya.

Danuta menjelaskan smelter aluminium ini memiliki kapasitas 500 ribu ton dengan tenaga listrik yang dibutuhkan mencapai 1 gigawatt (GW). Dalam proyek ini, PT Adaro minerals Indonesia Tbk memiliki porsi saham 65%. Dia menyebut proyek ini telah mencapai penuntasan pembiayaan atau pada bulan Mei 2023.

Menurut paparan Danuta, sekitar 40% dihabiskan untuk kebutuhan listrik. Kemudian 30% untuk bahan baku alumina dan sisanya untuk biaya overhead. “Sehingga tenaga listrik yang terjangkau sangat penting bagi smelter,” ucapnya.

Pada pembangunan fase pertama ini, belanja modal yang harus dikeluarkan lebih dari US$ 1 miliar. Namun angka ini belum termasuk dengan pembiayaan sumber energi atau listriknya.

“Dari anggaran ini sekitar US$ 400 juta dibutuhkan untuk membangun infrastruktur agar dapat beroperasi dengan baik termasuk pelabuhan, jalan, dan akomodasi bagi para pekerja di lokasi,” kata dia.

Danuta menyebut, pada 2030 Adaro berharap sumber energi smelter aluminium sudah tidak lagi menggunakan PLTU. “Kami berharap PLTA dengan kapasitas 1,375 GW dapat beroperasi sehingga mampu menghasilkan listrik untuk memenuhi kebutuhan smelter,” ujarnya.

Sebagai informasi, Adaro telah memilih seluruh kontraktor utama untuk konstruksi dan pemasangan smelter. Mereka telah merampungkan pembukaan lahan untuk mess permanen, pemecah gelombang jetty (coastal jetty breakwater), dan konstruksi fasilitas pendukung, pekerjaan tanah (earthworks), dan melanjutkan konstruksi fasilitas terkait infrastruktur lainnya.

Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...