Langkah OPEC Pangkas Pasokan Gagal Kerek Harga Minyak yang Terus Turun

Happy Fajrian
4 Desember 2023, 13:54
harga minyak, opec
Katadata / Trion Julianto
SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melakukan peninjauan pompa angguk di lokasi Sumur Bor Lapangan Duri, Riau (30/12/2022).

Langkah OPEC+ yang memutuskan untuk memperdalam pemangkasan pasokan minyak ke pasar global sejauh ini belum menunjukkan hasil yang diharapkan untuk mengerek harga minyak.

Harga minyak melanjutkan tren koreksinya meski sempat naik pada Senin (4/12) pagi di tengah tekanan yang terus menerus dari keputusan OPEC+ untuk memangkas pasokan dan ketidakpastian atas pertumbuhan permintaan bahan bakar global.

Risiko gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah sedikit membatasi koreksi harga minyak hari ini. Minyak mentah Brent turun 0,6% menjadi US$ 78,39 per barel, sedangkan minyak West Texas Intermediate turun 0,6% menjadi US$ 73,65 per barel.

“Minyak mentah nampaknya terus berada di bawah tekanan akibat keputusan OPEC+. Pengecualian terhadap pengurangan produksi OPEC+ pada tingkat tertentu memang bisa dibenarkan, namun hingga saat ini, industri mengabaikannya,” kata analis pasar minyak dari Vanda Insight, Vandana Hari seperti dikutip Reuters.

Harga minyak merosot hingga 2,5% pada minggu lalu di tengah skeptisisme investor terhadap besarnya pengurangan pasokan yang dilakukan oleh OPEC dan sekutunya termasuk Rusia, yang bersama-sama disebut OPEC+, dan kekhawatiran terhadap lesunya aktivitas manufaktur global.

Pemotongan produksi OPEC+ yang diumumkan pada hari Kamis bersifat sukarela, sehingga menimbulkan keraguan apakah produsen akan menerapkannya sepenuhnya atau tidak. Investor juga tidak yakin mengenai bagaimana pemotongan tersebut akan diukur.

Pertimbangan geopolitik juga menjadi perhatian utama para investor ketika pertempuran kembali terjadi di Gaza. Tiga kapal komersial diserang di perairan internasional di Laut Merah bagian selatan, kata militer AS pada Minggu, ketika kelompok Houthi Yaman mengklaim serangan drone dan rudal terhadap dua kapal Israel di wilayah tersebut.

“Dimulainya kembali perang Israel-Hamas memicu momentum bullish pada harga minyak,” kata analis CMC Markets, Tina Teng. “Namun harga minyak mungkin terus berada di bawah tekanan untuk saat ini karena pemulihan ekonomi Cina yang mengecewakan dan peningkatan produksi AS”.

Jumlah rig minyak AS bertambah lima menjadi 505 pada minggu ini, yang merupakan level tertinggi sejak September, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes (BKR.O) dalam laporannya pada hari Jumat.

Mengenai minyak Rusia, negara-negara Barat telah meningkatkan upaya untuk menerapkan batasan harga US$ 60 per barel pada pengiriman minyak Rusia melalui laut yang diberlakukan untuk menghukum Moskow atas perangnya di Ukraina.

Washington pada hari Jumat memberlakukan sanksi tambahan terhadap tiga entitas dan tiga kapal tanker minyak. Secara terpisah, Gedung Putih siap untuk "menjeda" keringanan sanksi bagi anggota OPEC Venezuela terkait pembebasan tahanan politik Venezuela dan orang Amerika yang "ditahan secara tidak sah".

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...