Bahlil Sebut Freeport Dapat Relaksasi Ekspor Tembaga hingga Juni 2025

Ringkasan
- Anggota Komisi VIII DPR tidak setuju pembentukan pansus untuk membahas haji, melainkan cukup melalui raker atau panja karena evaluasi sebaiknya dilakukan saat pelaksanaan haji selesai.
- Politikus PAN ini menilai pelaksanaan haji tahun ini lebih baik, dengan jumlah jemaah meninggal lebih sedikit dan penyerapan obat-obatan lebih baik.
- Komisi VIII berencana melakukan evaluasi bersama Kementerian Agama 60 hari setelah haji selesai, berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2019, termasuk mengevaluasi usulan untuk mengurangi jumlah jemaah yang menginap di Mina.

Pemerintah sepakat memberikan relaksasi ekspor konsentrat tembaga kepada PT Freeport Indonesia (PTFI). Keputusan ini berdasarkan hasil pengecekan dari sisi asuransi dan kepolisian yang menyatakan kebakaran fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) PTFI merupakan keadaan kahar.
“Atas dasar itu pemerintah melalui ratas memutuskan untuk memperpanjang ekspor Freeport sampai smelter yang rusak itu selesai, bulan Juni,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat (21/2).
Ia telah meminta Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas untuk menandatangani surat pernyataan di atas materai yang dinotariskan. Surat tersebut berisi pernyataan jika sampai Juni smelter belum selesai diperbaiki maka PTFI akan mendapatkan sanksi.
“Diberikan sanksi, ekspornya juga akan kami berikan (persentase) pajak yang maksimal,” ujarnya.
Bahlil tidak merincikan besaran pajak yang akan dikenakan PTFI ketika bisa mengantongi izin ekspor. Namun dia menjamin, pemerintah akan menerapkan tarif pajak maksimal untuk hal ini.
Terkait besaran ekspor, pemerintah saat ini belum membuat keputusan. Besaran volume, Bahlil mengatakan, akan dihitung berdasarkan total konsentrat yang ada di Freeport.
Freeport Ajukan Ekspor 1,3 Juta Ton Konsetrat
PTFI sebelumnya optimistis pemerintah akan mengabulkan perpanjangan relaksasi ekspor konsentrat tembaga. Perusahaan berharap izin segera keluar karena kapasitas gudang penyimpanannya penuh pascakebakaran pada fasilitas pemurnian (smelter) di Gresik, Jawa Timur.
"Kami berharap izin ekspor konsentrat tembaga yang diberikan mencapai 1,3 juta ton sampai Desember 2025," kata Direktur Utama PTFI Tony Wenas usai memberikan paparannya dalam acara IDE Katadata 2025 di Hotel St. Regis, Jakarta, pada Selasa lalu.
Permohonan perpanjangan izin tahun ini naik 54,67% daripada kuota lalu. Pada 2024, pemerintah memberikan realaksasi ekspor sebanyak 840 ribu ton.
Saat ini Freeport belum memiliki pembeli siaga untuk konsentrat yang mengendap di gudangnya. Ia tidak khawatir dengan kondisi ini karena pasar tembaga global cukup terbuka. "Saat diberikan izin ekspor, kami baru akan mencari pembeli," ucap Tony.
Targetnya, utilisasi smelter yang terbakar pada tahun lalu itu akan mencapai 40% pada akhir Juni 2024. Tony optimistis angkanya akan naik menjadi 100% pada akhir tahun ini.