ESDM Buka Lelang 10 Blok Panas Bumi, Ada Danau Ranau hingga Ciremai

Mela Syaharani
28 Mei 2025, 13:50
ESDM
Website Kementerian ESDM
Gedung Kementerian ESDM
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka lelang untuk 10 wilayah kerja (WK) atau blok Panas Bumi dan 11 area Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) di Indonesia pada 2025.

“Total potensi kapasitas mencapai ratusan megawatt untuk mendukung transisi energi nasional,” tulis akun instagram resmi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) dikutip Rabu (28/5).

Kegiatan lelang selengkapnya bisa dipantau melalui laman geothermal energy information system atau Genesis. Berdasarkan laman Genesis, Indonesia saat ini memiliki 61 wilayah kerja panas bumi.

Daftar 10 Wilayah Kerja Panas Bumi yang Dilelang:

  • WK Danau Ranau

Status: high enthalpy

Cadangan mungkin: 42,6 megawatt (MW)

Pengembangan: 20 MW

  • WK Songgoriti

Status: high enthalpy

Cadangan mungkin: 35 MW

Pengembangan: 35 MW

  • WK Telaga Ranu

Status: high enthalpy

Cadangan mungkin: 72 MW

Pengembangan: 40 MW

  • WK Banda Baru

Status: med-high enthalpy

Cadangan mungkin: 25 MW

Pengembangan: 20 MW

  • WK Gunung Endut

Status: medium enthalpy

Cadangan mungkin: 38 MW

Pengembangan: 35 MW

  • WK Galunggung

Status: medium enthalpy

Cadangan mungkin: 110 MW

Pengembangan: 110 MW

  • WK Tampomas

Status: medium enthalpy

Cadangan mungkin: 32 MW

Pengembangan: 30 MW

  • WK Ciremai

Status: medium enthalpy

Cadangan mungkin: 27 MW

Pengembangan: 25 MW

  • WK Lainea

Status: medium enthalpy

Cadangan mungkin: 66 MW

Pengembangan: 20 MW

  • WK Oka Ile Ange

Status: high enthalpy

Cadangan mungkin: 31 MW

Pengembangan:10 MW

Sementara itu, ada 11 area PSPE yang ditawarkan, mulai dari Lokop (Aceh) 41 MW, Pincurak (Sumatra Barat) 50 MW, Cubadak (Sumatra Barat) 66 MW, Panti (Sumatra Barat) 131 MW, Srirejo (Lampung) 40 MW, Papandayan (Jawa Barat) 54 MW, Jenawi (Jawa Tengah) 195 MW, Maranda Kawende (Sulawesi Tengah) 46 MW, Kadidia (Sulawesi Tengah) 66 MW, Bittuang (Sulawesi Selatan) 75 MW, dan Adum (Nusa Tenggara Timur) 30 MW.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...