Bahlil: Lifting Minyak Sudah Tembus 608 Ribu Barel per Hari, Lampaui Target APBN
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan lifting minyak Indonesia hari ini sudah di atas 608 ribu barel per hari (bph). Angka ini melampaui target lifting minyak yang ditetapkan APBN 2025 mencapai 605 ribu bph.
“Hari ini saya baru keluar dari kantor, saya lihat di layar monitor online, lifting minyak sudah mencapai 608 ribu bph. Tapi ini belum akumulatif,” kata Bahlil dalam acara Energi dan Mineral Festival 2025, Rabu (30/7).
Dia menjelaskan sejak 2008 hingga 2024, Indonesia tidak pernah berhasil mencapai target lifting sesuai ketetapan APBN. Namun lambat laun angka lifting minyak di Indonesia meningkat, pada 2024 dia menyebut realisasi lifting minyak mencapai 579 ribu bph.
Dia berharap tahun ini Indonesia bisa mencapai target APBN. “Ya kita doakan, saya mohon dukungan. Insya allah atas berkat dan arahan serta perintah Bapak Presiden Prabowo lifting kita harus mencapai sesuai target APBN,” katanya.
Bahlil mengatakan untuk mencapai target tersebut, Indonesia dihadapkan beberapa tantangan. Pertama, terkait kondisi sumur-sumur minyak Indonesia yang umurnya sudah tua, sebab sudah ada sejak Indonesia belum merdeka.
“Kedua, kita masih banyak memiliki sumur minyak menganggur. Ketiga, investasi di bidang migas ini luar biasa besar dengan risiko yang besar,” ujarnya
Kendati demikian, Bahlil menyebut dirinya sudah bertemu dengan petinggi perusahaan hulu migas.
“Rasanya ada secercah harapan menuju perbaikan lifting minyak agar mencapai target. Arahan Bapak Presiden 2029-2030 lifting minyak harus mencapai sekitar 900 ribu bph, ini menjadi dorongan bagi kami semua,” ucapnya.
Produksi dan Lifting Migas Semester I 2025
SKK Migas mengatakan hingga Juni 2025, produksi minyak mencapai 579,3 ribu barel per hari (bph) atau 95,8% dari target APBN sebesar 605 ribu bph. Sementara produksi gas tercatat 6.820 mmscfd, melebihi target APBN yang ditetapkan 5.628 mmscfd atau 121,1%.
Untuk lifting migas, realisasi semester I mencapai 578 ribu bph (95,5%) untuk minyak dan 5.483 mmscfd atau 97,4% dari target. Dia memastikan angka lifting dan produksi minyak akan seimbang pada akhir tahun. Pasalnya, seluruh minyak yang diproduksi dipastikan akan dilifting sebelum tutup tahun.
“Untuk lifting, ini sama dengan produksi karena di akhir Desember itu semua minyak yang diproduksi akan dilifting,” kata kata Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (21/7).
Namun, ia menjelaskan bahwa perbedaan angka antara produksi dan lifting bisa terjadi jika dilihat secara bulanan atau harian. Ini karena lifting tidak dilakukan setiap hari, melainkan dalam jumlah besar pada waktu tertentu.
“Kadang-kadang lifting bisa mencapai 1 juta barel per hari, karena minyak yang diproduksi itu ditampung dulu di tangki. Begitu juga dengan gas, bisa ditampung dulu dan dilifting satu atau dua kali dalam setahun,” ujarnya.
Sementara itu, realisasi investasi sektor hulu migas pada semester I 2025 mencapai US$ 7,19 miliar atau 43,6% dari target tahunan US$ 16,5 miliar. Djoko optimistis target investasi sepanjang tahun ini bisa tercapai, bahkan berpeluang melampaui proyeksi.
“Outlook-nya mudah-mudahan bisa tercapai sesuai dengan target 2025 atau bahkan lebih, bisa mencapai US$ 16,9 miliar,” kata Djoko.
