Eramet Gandeng Danantara dan INA Kembangkan Platform Investasi Strategis Nikel

Mela Syaharani
25 Agustus 2025, 15:57
Danantara
Katadata
CEO Eramet Indonesia Jérôme Baudelet dalam acara Eramet Journalist Class, Senin (25/8).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Eramet Indonesia memastikan kerja sama dengan Badan Pengelola Investasi Indonesia (INA) dan Danantara Indonesia masih terus berjalan. Ketiga pihak tersebut tengah menjajaki pembentukan platform investasi strategis di sektor nikel, mulai dari operasi hulu hingga hilir.

“Kami sedang mengerjakannya, berdiskusi dengan Danantara dan INA untuk bekerja sama,” kata CEO Eramet Indonesia, Jérôme Baudelet, dalam acara Eramet Journalist Class, Senin (25/8).

Meski belum bisa merinci bentuk kerja sama yang akan dijalankan, Jérôme menyebut salah satu pembahasan terkait dengan partisipasi Eramet di Weda Bay Nickel.

“Pembahasan Weda Bay berkaitan dengan partisipasi kami di sana secara spesifik, dan beberapa proyek lain yang memungkinkan untuk dikembangkan bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh pembicaraan masih dalam tahap awal sehingga detailnya belum dapat dipublikasikan. “Kami sangat tertarik untuk berdiskusi dengan mereka, Danantara dan INA adalah mitra yang sangat baik,” kata Jérôme.

Lanjutan Kemitraan Strategis

Sebelumnya, Danantara dan INA telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Eramet untuk kerja sama pengelolaan mineral kritis yang mendukung ekosistem kendaraan listrik (EV) dan hilirisasi nikel.

Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari 21 komitmen antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Merdeka Jakarta pada 28 Mei 2025.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan, Eramet memang telah memulai proyek hilirisasi nikel di Kawasan Industri Weda Bay, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.

“Eramet itu memang bisnisnya ekosistem daripada hilirisasi nikel di Maluku Utara,” kata Bahlil seusai pertemuan bilateral Prabowo dan Macron.

Dorong Hilirisasi Nikel Kelas Dunia

Kepala Pelaksana Bidang Investasi Danantara Pandu Patria Sjahrir menjelaskan bahwa Danantara dan INA akan berperan dalam pengelolaan pembiayaan jangka panjang untuk mendukung pengembangan investasi.

Sementara itu, Eramet akan menyumbangkan keahlian teknis serta pengalaman dalam mengelola proyek pertambangan berskala besar sesuai standar berkelanjutan internasional.

“Kemitraan ini mencerminkan komitmen ketiga pihak untuk mendorong investasi hilirisasi nikel kelas dunia di Indonesia, yang merupakan salah satu pilar utama dalam memperkuat daya saing industri nasional,” kata Pandu dalam keterangan resmi pada Rabu (28/5).

Direktur Utama Eramet Group Paulo Castellari menambahkan bahwa strategi Eramet di bidang pengolahan hilir, transisi energi, dan mineral kritis sejalan dengan prioritas Danantara dan INA.

Menurutnya, Eramet telah meninjau berbagai peluang untuk berpartisipasi dalam rantai nilai baterai EV berbasis nikel di Indonesia.

“Kami siap memberikan kontribusi melalui keahlian kami di bidang pertambangan berkelanjutan serta komitmen jangka panjang dalam mengembangkan industri strategis di Tanah Air,” ujar Paulo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...