ESDM Targetkan Evakuasi 7 Pekerja Terjebak Longsor Freeport Rampung Dalam 30 Jam

Mela Syaharani
10 September 2025, 16:52
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, saat menjadi pembicara kunci Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2025 dengan tema Green for Resilience di hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (10/9).
Katadata/Fauza
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, saat menjadi pembicara kunci Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2025 dengan tema Green for Resilience di hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (10/9).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan tujuh pekerja tambang bawah Grasberg Block Cave di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah bisa dievakuasi dalam 30 jam. Tambang tersebut merupakan wilayah operasi milik PT Freeport Indonesia (PTFI).

“Ada tujuh karyawan yang terjebak akibat longsoran, jadi dari tim lapangan itu 30 jam paling lambat sudah bisa teratasi,” kata Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung saat ditemui usai Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2025 dengan tema Green for Resilience di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (10/9).

PT Freeport Indonesia (PTFI) mengatakan pada Senin (8/9) pukul 22.00 WIT telah terjadi longsor berupa aliran material basah dalam jumlah yang besar di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave.

“Kemarin saya sudah berkoordinasi dengan Freeport dan menyampaikan kepada Dirjen Minerba untuk segera turunkan tim, dan sudah berangkat ke Papua. Tim saya sedang ada di lapangan,” ujarnya.

VP Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati mengatakan insiden ini menutup akses ke area tertentu di tambang, membatasi rute evakuasi untuk tujuh pekerja. “Lokasi para pekerja yang terjebak telah diketahui dan mereka diyakini aman. Kru sedang berupaya membersihkan akses untuk evakuasi yang aman dan cepat,” kata Katri saat dihubungi Katadata, Selasa (9/9). 

Dia menyebut selain pembersihan akses, perusahaan juga melakukan kegiatan penyediaan kebutuhan bagi para pekerja yang terdampak. Seluruh pekerja lainnya dipastikan aman. 

“Operasi penambangan telah dihentikan sementara untuk memprioritaskan pembersihan jalur akses dan evakuasi yang aman bagi tujuh pekerja kontraktor tersebut,” ujarnya. 

Perusahaan induk PTFI, Freeport McMoran (FCX) mengatakan operasi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, penambangan dilakukan menggunakan peralatan yang dioperasikan secara jarak jauh. Namun aliran material dari insiden ini menghalangi rute akses di mana anggota tim yang terdampak sedang melakukan kegiatan pengembangan tambang.

“Keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerja kami selalu menjadi prioritas utama kami. Tim kami bekerja keras untuk membawa anggota tim kami ke tempat aman secepat mungkin,” kata Chairman of the Board FCX, Richard C. Adkerson, dan President and Chief Executive Officer FCX, Kathleen Quirk dalam siaran pers, dikutip Selasa (9/9). 

Belum Bisa Dihubungi

Manajemen PT Freeport Indonesia menyebutkan bahwa tujuh pekerja yang terjebak dalam tambang bawah tanah di area Grasberg Block Cave hingga kini belum bisa dihubungi.

Katri Krisnati selaku VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Timika, Rabu, mengatakan Freeport telah menghentikan sementara seluruh operasi tambang bawah tanah.

"Kami terus memusatkan semua sumber daya untuk evakuasi tujuh pekerja kontraktor yang hingga kini belum dapat dihubungi akibat insiden aliran material basah di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave," katanya dikutip dari Antara, Rabu (10/9).

Hingga kini tim tanggap darurat PT Freeport bekerja terus-menerus tanpa henti untuk membuka akses di area yang terdampak walaupun terkendala pergerakan material. "Kami terus berkomunikasi dengan keluarga dan mendoakan keselamatan mereka," ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...