Pemerintah Siap Bangun PLTS di Seluruh Indonesia, Kapasitas 1 Megawatt per Desa

Mela Syaharani
17 September 2025, 18:08
PLTS
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berjalan usai mengikuti rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/9/2025). Dalam ratas tersebut beberapa kebijakan diantaranya mekanisme program magang serta energi terbarukan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah merancang pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 80–100 gigawatt (GW). Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan program ini ditargetkan tersedia di seluruh desa di Indonesia.

“Kami ingin di setiap desa ada PLTS (berkapasitas) 1–1,5 megawatt,” kata Bahlil dalam acara The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2025, Rabu (17/9).

Namun, Bahlil belum menjelaskan kapan rencana ini mulai direalisasikan. Menurutnya, program ini masih bersifat rancangan dan perlu dikaji lebih lanjut dari sisi keekonomian.

“Kami hanya mengetahui satu desa 1–1,5 megawatt, terkait implementasinya itu akan dikelola apakah oleh PLN atau pihak lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, rancangan ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin mendorong pemanfaatan energi bersih, mulai dari panas bumi, matahari, air, hingga angin. Pemerintah menargetkan di masa depan Indonesia tidak lagi bergantung pada energi fosil seperti solar dan batu bara.

“Karena capex-nya memang mahal, dan ini menjadi perdebatan. Di satu sisi kami ingin menggunakan energi bersih, tapi di sisi lain kami masih membutuhkan modal yang tidak sedikit (untuk pemanfaatannya),” kata Bahlil.

Menurutnya, teknologi energi baru terbarukan (EBT) masih tergolong mahal. Karena itu, pemerintah tidak bisa memaksakan percepatan pemanfaatan EBT saat ini, sebab beban biaya akhirnya akan ditanggung konsumen atau pemerintah dalam bentuk subsidi.

“Jadi kami akan bikin secara paralel. EBT saat ini dibutuhkan banyak industri. Dalam pandangan dan kajian kami, ini menjadi salah satu kunci untuk melahirkan produk yang green,” ujarnya.

PLTS untuk Koperasi Desa Merah Putih

Bahlil sebelumnya menyampaikan bahwa pembangunan PLTS juga ditujukan untuk mendukung kebutuhan energi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Rencananya, akan dibangun 80 ribu unit KDMP dengan total kapasitas mencapai 100 GW yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kami sedang bangun desain besarnya, semua kampung-kampung (KDMP) akan memakai PLTS. Ini merupakan peluang baru bagi pemain baterai karena PLTS hanya beroperasi 4 jam saat siang hari, selebihnya harus menyimpan energi melalui baterai,” kata Bahlil dalam acara Indonesia Battery Summit 2025, Selasa (5/8).

Ia menegaskan pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GW itu akan dilakukan secara bertahap. Meski demikian, ia belum merinci kapan proyek akan dimulai.“Lebih cepat lebih baik,” ujarnya.

Bahlil juga menekankan bahwa komponen baterai dalam proyek PLTS ini direncanakan sepenuhnya menggunakan produk dalam negeri.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...