Pemerintah Resmi Kantongi Tambahan 12% Saham Freeport Indonesia
Menteri ESDM atau Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan proses divestasi atau pengalihan saham PT Freeport Indonesia alias PTFI sudah final. Pengalihan saham ini berasal dari induk perusahaan PTFI yakni Freeport McMoran (FCX) ke pemerintah Indonesia.
“Negosiasi tambahan saham PTFI saya nyatakan final, penambahan saham 12%,” kata Bahlil saat ditemui di Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (7/10).
Pengalihan saham itu merupakan salah satu syarat agar PT Freeport Indonesia bisa memperpanjang izin usaha pertambangan khusus alias IUPK setelah 2041. Bahlil menyebut perpanjang IUPK ini masih panjang.
Dia juga belum memerinci kapan waktu penambahan saham PT Freeport Indonesia dimulai. “Saat ini, tambang yang ada produksinya sampai 2041. Tanggal (berlakunya tambahan saham) sedang dibicarakan,” ujarnya.
Penambahan 12% saham pernah diungkapkan oleh CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Indonesia atau Danantara Indonesia Rosan Roeslani. Dia menyebut tambahan saham ini tanpa dipungut biaya.
“Mereka setuju 12%,” ujar Rosan ketika ditemui di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Jakarta, pekan lalu (30/9).
Rosan menyampaikan bahwa dirinya sudah bertemu secara langsung dengan Chairman Freeport-McMoRan Richard Adkerson dan CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk dalam kunjungan ke Amerika Serikat.
Dia mengatakan Indonesia awalnya membidik Freeport menyetujui divestasi atau pelepasan saham 10%. Akan tetapi, atas negosiasi yang dilakukan, Indonesia berhasil memperoleh lebih dari itu, yakni 12%.
Rosan juga mengungkapkan Freeport setuju membangun dua universitas dan dua rumah sakit di dekat wilayah operasional, untuk meningkatkan peran dokter di sana.
