MIND ID Kaji Penerapan AI pada Smelter, Bisa Hemat Jutaan Dolar AS

Mela Syaharani
14 Oktober 2025, 14:17
Group Head ICT & Digitalization MIND.ID, Andoko Wicaksono menyampaikan paparan pada Energy Insight Forum bertajuk \"Harnessing Artificial Intelligence to Unlock Mining’s Next Frontier\" di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Katadata/Fauza Syahputra
Group Head ICT & Digitalization MIND.ID, Andoko Wicaksono menyampaikan paparan pada Energy Insight Forum bertajuk \"Harnessing Artificial Intelligence to Unlock Mining’s Next Frontier\" di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

BUMN Holding Pertambangan, MIND ID sedang mengkaji penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam sektor pertambangan. Group Head ICT & Digitalization MIND ID, Andoko Wicaksono mengatakan kecerdasan buatan itu salah satunya untuk smelter.

“Kami sedang mengkaji smelter optimization, jadi bagaimana kami bisa menghemat dari sisi tenaga, daya, dan lainnya (menggunakan AI). Walaupun 1% penghematan itu mungkin setahunnya bisa jutaan dolar,” kata Andoko dalam acara Energy Insights Forum: Harnessing Artificial Intelligence to Unlock Mining’s Next Frontier, yang diselenggarakan Kadin dan Katadata di Hotel Fairmont, Selasa (14/10).

Selain pengoptimalan operasi smelter, MIND ID juga sedang mengkaji penggunaan AI pada tiga aspek lainnya. Pertama, digunakan sebagai vision recognition, yang bertujuan untuk mengenali kualitas dari bijih yang dikelola oleh tambang-tambang MIND ID.

Kedua, AI juga digunaakan untuk memprediksi fase maintenance atau perbaikan dalam pertambangan. Hal itu terutama untuk memastikan bahwa semua sisi operasional bisa berjalan tanpa ada downtime ataupun hanya sedikit downtime.

“Kami menggunakan AI contohnya untuk memprediksi kondisi overheating yang mengakibatkan kematian alat. Kami bisa melakukan prediksi dengan melihat data-data sebelumya,” ucapnya.

Terakhir, MIND ID juga menerapkan AI pada sisi ESG. “Jadi memastikan dengan AI kami akan menggunakan kapasitas (AI) untuk memprediksi keberlanjutan produksi tambang. Itu empat hal yang sedang kami kaji dan fokuskan,” ujarnya.

Dia menyebut kunci penggunaan AI dalam pertambangan berkunci pada relevansi dari operasional. Menurutnya, menggunakan AI di dunia pertambangan tidak perlu menunggu sampai AI mencapai kinerja yang lebih canggih, futuristik, dan komplit.

“Menurut saya, kalau dengan menggunakan AI yang sederhana tapi tepat penggunaannya bisa membuahkan hasil yang bagus,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...