Pertamina Berencana Garap 23 Lapangan Migas Baru hingga 5 Tahun Ke Depan

Mela Syaharani
19 November 2025, 18:29
Pekerja melakukan pemantauan lapangan di area Gas oil Hydrotreater di Kilang Pertamina Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (25/9/2025). PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balongan memproduksi Diesel X yang merupakan produk BBM berkualitas tin
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/agr
Pekerja melakukan pemantauan lapangan di area Gas oil Hydrotreater di Kilang Pertamina Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (25/9/2025). PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balongan memproduksi Diesel X yang merupakan produk BBM berkualitas tinggi dengan kandungan rendah sulfur dibawah 10 ppm standar Euro 5 melalui unit Hydrotreater berkapasitas 32 MBSD dan dapat dioperasikan dengan tiga metode operasi untuk menghasilkan gasoil series.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Pertamina (Persero) berencana menggarap 23 lapangan migas baru hingga lima tahun ke depan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan angka lifting domestik.

Lifting merupakan istilah yang merujuk pada produksi migas yang sudah siap jual. Hal ini mencakup volume migas yang sudah melalui tahapan pengolahan.

“Kami sedang mengupayakan pengembangan lapangan baru, sudah ada 23 temuan lapangan. Rencana pengembangan (POD) 10 lapangan akan diupayakan (selesai) kurang dari 2 tahun. Adapun POD 13 lapangan lainnya akan selesai di atas 2 tahun,” kata Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (19/11).

Dia menyebut saat ini tingkat penurunan produksi secara alami yang terjadi di lapangan migas Pertamina sebesar 21-24%. Selain lapangan baru, perusahaan juga melakukan pemboran sumur baru, berupa sumur workover sebanyak 4.300 unit dan 156 ribu sumur well intervention.

“Ada juga upaya intervensi peningkatan lifting dengan intervensi teknologi EOR, Chemical EOR, pengembangan sumur migas non konvensional (MNK) dan juga eksplorasi,” ujarnya.

Emma mengatakan Pertamina saat ini memiliki 15 proyek prioritas EOR dan Chemical EOR yang akan onstream atau mulai berproduksi hingga 2030. Mulai dari Chemical EOR Minas A, Minas C, Zulu Primary dan NDD, Krisna, serta Rama.

Pertamina saat ini juga sedang mengupayakan diskusi terkait hak konsesi, ketentuan fiskal, bersama SKK Migas terkait sumur MNK. 

Produksi Migas Pertamina Kuartal III 2025

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat telah memproduksi minyak dan gas bumi sebanyak 1,03 juta barel setara minyak per hari (mmboepd) hingga kuartal III 2025. Jumlah ini terdiri atas produksi minyak sebesar 553 ribu barel per hari (bph) dan produksi gas 2,83 miliar standar kaki kubik per hari (bscfd). 

Selain produksi migas, hingga akhir September 2025 PHE juga telah melakukan pemboran eksploitasi sebanyak 661 sumur, kegiatan workover 969 sumur, kegiatan well service 28.507 sumur. Perusahaan juga sudah melakukan survei seismik 2D sepanjang 109 kilometer (km), survei seismik 3D seluas 652 kilometer persegi (km2), serta peng eksplorasi sebanyak 15 sumur.

Tidak hanya itu, PHE juga mencatat temuan sumberdaya 2C mencapai 870 juta barel setara minyak (MMBOE). Dari angka ini, temuan besar di wilayah kerja Rokan menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan sumber daya tersebut, termasuk dari potensi migas non-konvensional (MNK) di area Aman Trough K7A dan K7B serta penambahan cadangan P1 sebesar 149 juta barel setara minyak (mmboe).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...