Konsumsi BBM Bensin Selama Libur Natal dan Tahun Baru Hanya Naik 0,9%

Mela Syaharani
6 Januari 2026, 06:30
bbm, bensin, nataru,
ANTARA FOTO/Andri Saputra/wpa.
Foto udara kapal feri milik ASDP bersandar di Pelabuhan Penyeberangan Ternate, Maluku Utara, Rabu (25/12/2024).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian ESDM atau Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat konsumsi bahan bakar minyak atau BBM jenis bensin atau gasoline seperti Pertalite dan Pertamax hanya naik 0,9% selama libur Natal dan Tahun Baru atau Nataru, dibandingkan hari biasa pada Oktober dan November 2025.

Ketua Satgas Posko Nasional Sektor ESDM Periode Nataru 2026 Erika Retnowati mengatakan, minimnya kenaikan konsumsi BBM jenis bensin saat Nataru karena banyak masyarakat menggunakan transportasi umum.

“Angka itu hanya menghitung (konsumsi BBM) untuk kendaraan pribadi. Saat Nataru, ada kenaikan penggunaan avtur,” kata Erika dalam konferensi pers di BPH Migas, Senin (5/1).

Berdasarkan pemantauan posko periode 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, konsumsi avtur meningkat 5,5%. Sedangkan permintaan gasoil alias solar dan kerosin atau minyak tanah masing-masing turun 3,4% dan 6,2% dibandingkan hari biasa pada Oktober dan November 2025.

Faktor lain penyebab minimnya kenaikan konsumsi BBM jenis bensin saat libur Natal dan Tahun Baru yakni meningkatnya penggunaan kendaraan listrik. Erika mencatat, transaksi di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) meningkat lima kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Selama periode nataru kondisi kondisi ketersediaan BBM selama Posko Nataru aman, dengan ketahanan stok rata-rata berkisar antara 16 sampai 35 hari atau rata-rata sekitar 21 hari.

Saat Nataru, rerata penyaluran LPG meningkat 10,6% dibandingkan hari biasa. Sementara itu, untuk penyaluran niaga gas, rata-rata meningkat 4,3% dibandingkan realisasi tahun lalu. 

Erika menyebut, selama Nataru, ada tantangan operasional pada gas bumi seperti kerusakan beberapa fasilitas pemasok di wilayah bencana Sumatera hingga kebocoran pipa gas pada 2 Januari. “Kebocoran pipa saat ini tengah diperbaiki dan diharapkan bisa dapat segera beroperasi pada 7 Januari 2026,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...