Kilang Pertamina Bangun Pabrik Garam di Balikpapan, Bisa Kurangi Impor Rp 2,5 T

Mela Syaharani
29 Januari 2026, 15:01
Gedung Pertamina Pusat, Jalan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020).
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Gedung Pertamina Pusat, Jalan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) bekerja sama dengan PT Garam untuk membangun pabrik pemrosesan garam di Balikpapan. Hal ini dilakukan karena melihat potensi pengolahan air laut di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur.

Seperti yang diketahui, saat ini Indonesia masih bergantung pada impor garam dengan porsi sekitar 64% dari total kebutuhan. Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono mengatakan pabrik garam di Balikpapan diperkirakan memiliki kapasitas produksi 1000 kilo tons per annum (KTA).

“Dapat mengurangi impor hingga USS 150 juta atau sekitar Rp 2,5 triliun,” kata Agung dalam siaran pers, Kamis (29/1).

Agung berharap kerja sama ini juga memberi efek berganda. Mulai dari tumbuhnya kawasan industri, terciptanya lapangan kerja baru, sehingga memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen garam industri di kawasan Asia Tenggara.

Penjajakan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) diantara oleh Direktur Utama KPI Taufik Aditiyawarman dan Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose pada Rabu (28/1).

Dasar kerja sama ini adalah Peraturan Presiden (Perpres) No. 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. Perpres tersebut menetapkan tiga kewajiban utama: pemenuhan garam konsumsi dan sebagian industri dari produksi dalam negeri pada 2025, pemenuhan garam industri pangan dan farmasi paling lambat 31 Desember 2025, serta pemenuhan garam industri kimia paling lambat 31 Desember 2027.

Hilirisasi garam nasional ini akan memanfaatkan air buangan desalinasi (brine water) dari kilang RDMP Balikpapan. Abraham menjelaskan, setelah dilakukan survei lapangan, kondisi air buangan dari kilang RDMP Balikpapan diketahui sangat potensial. 

Berdasarkan analisa awal, proyek ini diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 1 juta ton garam per tahun. Dia menyebut kebutuhan garam nasional mencapai 5,7 juta ton per tahun dan akan meningkat hingga 7,3 juta ton seiring pembangunan fasilitas chlor alkali plant. 

Saat ini, PT Garam baru mampu memproduksi sekitar 500 ribu ton, sehingga masih ada kesenjangan besar. “Ini menjadi tugas kita bersama, bagaimana memenuhi kebutuhan garam nasional sehingga Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Abraham.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...