AS Lepaskan 172 Juta Barel Minyak Darurat, Pertama Sejak Perang Rusia-Ukraina

Tia Dwitiani Komalasari
12 Maret 2026, 11:02
Parlemen Iran menyetujui penutupan Selat Hormuz pasca serangan Amerika Serikat pada fasilitas nuklir negara tersebut, pada Minggu (22/6).
Vecteezy.com/Bjorn Franzen
Parlemen Iran menyetujui penutupan Selat Hormuz pasca serangan Amerika Serikat pada fasilitas nuklir negara tersebut, pada Minggu (22/6).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Amerika Serikat akan melepaskan 172 juta barel minyak bumi dari cadangan daruratnya, mulai pekan depan. Kebijakan itu dalam upaya menurunkan harga energi, yang melonjak akibat perang AS-Israel dengan Iran.

Jumlah tersebut merupakan bagian dari pelepasan terkoordinasi sebesar 400 juta barel minyak yang dilakukan oleh 32 anggota Badan Energi Internasional (IEA) pada hari sebelumnya, menurut Menteri Energi AS Chris Wright.

Pengeluaran Cadangan Minyak Strategis AS diperkirakan akan memakan waktu sekitar 120 hari.

“Mereka (Iran) telah memanipulasi dan mengancam keamanan energi Amerika dan sekutunya,” kata Wright dalam sebuah pernyataan, Rabu (11/3).

“Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, masa-masa seperti itu akan segera berakhir,” lanjutnya dalam pernyataan itu.

Aksi kolektif di bawah IEA ini adalah yang pertama sejak 2022, ketika Rusia memulai invasi besar-besaran ke Ukraina.

Pelepasan 400 juta barel minyak dari cadangan darurat 32 negara – termasuk banyak negara Eropa, serta Jepang dan Korea Selatan – akan menjadi preseden yang terbesar yang pernah ada.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...