Bahlil Tawarkan Gas Masela Dibeli Danantara Jika Tidak Ada Pembeli Serius
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menawarkan kepada INPEX, operator Proyek Lapangan Abadi Masela, agar produksi gas dari lapangan tersebut bisa dibeli oleh Danantara. Hal ini dilakukan jika hingga akhir April 2026 belum ada pembeli serius yang akan memanfaatkan gas tersebut.
Bahlil mengatakan alokasi gas tersebut nantinya akan digunakan untuk program hilirisasi. “Supaya ada kepastian pembeli. Saya menghargai buyer luar negeri, tapi pada saatnya sekarang negara Indonesia harus hadir dalam rangka memastikan operasi. Jadi, kami saja yang membeli," ujar Bahlil dalam siaran pers, dikutip Senin (16/3).
Proyek gas dengan produksi sebesar 9 million tonnes per annum (MTPA) itu sudah mengantongi persetujuan lingkungan dengan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang telah diterbitkan pada 13 Februari 2026. Hal ini menyusul persetujuan pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan pada Januari 2026.
Bahlil menekan agar proyek gas raksasa di Laut Arafura itu segera masuk tahap keputusan investasi akhir (FID) dan tidak lagi berlarut-larut. Dia juga telah bertemu dengan CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda untuk membahas proyek ini, pada Minggu (15/3).
Pertemuan ini menjadi pendorong percepatan serangkaian proyek Masela lainnya yang bernilai US$ 20 miliar atau sekitar Rp 339 triliun (dengan kurs Rp16.900 per dolar AS).
Bahlil Ingin Proyek Abadi Masela Majukan FEED
Menurut Bahlil, proyek Masela memiliki nilai penggerak ekonomi baru bagi Indonesia Timur sekaligus sumber pasokan gas besar untuk industri nasional di masa depan. Saat ini pembangunan proyek tersebut sudah mencapai 25%.
Melihat kemajuan ini, Bahlil menginginkan agar Proyek Abadi Masela dapat memajukan Front End Engineering and Design (FEED) pada kuartal kedua 2026 atau selambatnya di kuartal ketiga tahun ini, supaya secara paralel dapat melakukan tender Engineering Procurement Construction (EPC).
"Karena kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan ulur-ulur lagi. (Sudah) 27 tahun," katanya.
Menanggapi pernyataan menteri ESDM, CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda juga menyampaikan komitmennya untuk segera menyelesaikan Proyek Abadi Masela. Terlebih dengan posisinya yang sudah menangani proyek ini selama 12 tahun.
"Bukan hanya Pak Menteri, tetapi juga kami memiliki komitmen yang sama untuk segera mengerjakan Lapangan Abadi. Setelah berdiskusi dengan Pak Menteri, kami semakin semangat lagi untuk mempercepat penyelesaian proyek Abadi ini," ujar Ueda.
