Pertamina Ungkap Penyebab Antrean di SPBU Sejumlah Daerah karena Panic Buying
Antrean masyarakat memadati area sekitar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina terjadi di beberapa wilayah Indonesia, salah satunya di Kalimantan Barat.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun mengatakan perusahaan sudah menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) sesuai distribusi, dan penyaluran bahan bakar berjalan normal.
“Hal ini (antrean) dipengaruhi adanya pembelian panik (panic buying) dari masyarakat,” kata Roberth kepada Katadata, Selasa (17/3).
Dia menyebutkan Pertamina dan pemerintah daerah telah memberikan edukasi, imbauan, dan sosialisasi agar masyarakat tidak panic buying.
“Aparat Penegak Hukum juga melakukan penindakan kepada para spekulan, pengerit, dan penimbun (BBM),” ujarnya.
Jeda Proses Pengiriman Buat Masyarakat Cemas
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung sebelumnya mengatakan, antrean terjadi karena adanya jeda dalam proses pengiriman ketika stok di SPBU habis. Kondisi tersebut memicu kecemasan masyarakat, sehingga pemerintah segera melakukan antisipasi.
“Ada reaksi kecemasan juga dari masyarakat. Itu yang kami antisipasi,” kata Yuliot dikutip dari Antara, Selasa (17/3).
Yuliot menyampaikan koordinasi intensif dilakukan bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Pertamina Patra Niaga guna mempercepat distribusi dan masalah tertangani.
Kementerian ESDM memastikan pasokan BBM tetap tersedia dan distribusi akan terus dijaga agar tidak menimbulkan gangguan di lapangan. Selain itu, Yuliot menegaskan bahwa secara nasional stok BBM berada jauh di atas batas minimum yang ditetapkan.
Pertalite memiliki stok untuk 24 hari, sementara batas minimum 18,2 hari. Pertamax tercatat 27,4 hari, di atas batas minimum 19,9 hari. Pertamax Turbo mencapai 30,2 hari, dengan batas minimum 22 hari.
Untuk Solar, pemerintah juga memastikan pasokan tetap terjaga. Sementara itu, stok Pertamina Dex saat ini mencapai 46,9 hari, jauh di atas batas minimum 24,9 hari.
“Dengan kondisi ini, kami rasa sampai dengan akhir puncak mudik dan balik insya Allah aman dari sisi ketersediaan BBM,” ucapnya.
