ESDM Targetkan Seluruh RKAB Batu Bara dan Nikel Rampung Akhir Bulan Ini
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan seluruh rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) dari perusahaan batu bara dan nikel tahun ini rampung disetujui akhir Maret 2026.
“Kami genjot terus. Target tetap akhir Maret tapi perusahaan dan pemerintah (harus) aktif semua. Kalau tidak aktif ya tidak bisa (sesuai target),” kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Tri Winarno saat ditemui di Kementerian ESDM, Selasa (17/3).
Pemerintah telah memutuskan untuk memangkas persetujuan RKAB batu bara tahun ini menjadi 600 juta ton dan nikel berkisar 260 juta ton.
Hingga 17 Maret 2026, ESDM sudah menyetujui target produksi 390-400 juta ton batu bara. Kementerian tersebut juga telah menyetujui RKAB untuk komoditas nikel sebesar 100 juta ton.
Tri mengatakan, ada salah satu alasan yang menyebabkan proses persetujuan ini memakan waktu. “Karena pakai aplikasi baru jadi kadang-kadang belum bisa menyamakan (kinerja),” ujarnya.
Pemangkasan itu disebut bertujuan untuk menjaga harga komoditas bagus. Indonesia pada 2025 telah memproduksi 790 juta ton batu bara dengan komposisi 65% untuk ekspor dan 32% dialokasikan kebutuhan domestik.
Jumlah batu bara yang diperdagangkan di seluruh dunia berjumlah 1,3 miliar ton. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyuplai 43% atau 514 juta ton. Hal ini berakibat pada ketidakseimbangan permintaan dan penawaran sehingga harga batu bara turun.
Persetujuan RKAB itu ditargetkan rampung pada 31 Maret nanti. Meski demikian, Tri tidak menyebut berapa perusahaan yang sudah disetujui.
“Adaro dan PT Bukit Asam sudah, Arutmin Indonesia belum,” ujarnya pekan lalu
