Kapasitas Penyimpanan BBM Nasional 9,16 Juta Kiloliter, 66% Milik Pertamina

Mela Syaharani
9 April 2026, 12:56
Petugas mengisi BBM jenis Pertalite ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/2/2026). PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah pasokan BBM di wilayah Sulawesi Tengah sebesar 15 persen sesu
ANTARA FOTO/Basri Marzuki/wsj.
Petugas mengisi BBM jenis Pertalite ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (28/2/2026). PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah pasokan BBM di wilayah Sulawesi Tengah sebesar 15 persen sesuai proyeksi kebutuhan dari rata-rata konsumsi harian sebanyak 1.900 kiloliter selama bulan Ramadhan 1447 H sebagai bentuk komitmen memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat total kapasitas penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) nasional sebanyak 9,16 juta kiloliter (KL). Jumlah tersebut berasal dari seluruh fasilitas penyimpanan yang dimiliki oleh Pertamina dan badan usaha swasta.

Data tersebut menunjukkan bahwa Pertamina memiliki 6,09 juta KL atau 66,56% kapasitas total penyimpanan BBM. Adapun untuk gabungan badan usaha swasta memiliki 3,06 juta KL atau 33,44%.

“Alhamdulillah semua kapasitas penyimpanan ini berjalan optimal sehingga penyaluran kebutuhan BBM dapat dipenuhi dengan baik,” kata Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (8/4).

Selain kepemilikan, total kapasitas penyimpanan ini juga dibedakan berdasarkan izin usaha, yakni 2,05 juta KL atau 22% dengan mengantongi izin usaha penyimpanan (IUP), dan 7,1 juta KL atau 78% memiliki izin usaha niaga umum (INU).

Terdapat tiga wilayah dengan jumlah kapasitas penyimpanan BBM tertinggi, seluruhnya berada di Pulau Jawa dengan urutan Jawa Timur 1,14 juta KL, Jawa Barat 950 ribu KL, dan DKI Jakarta 908 ribu KL.

Tak hanya fasilitas penyimpanan, Anas juga turut menyampaikan ketahanan stok BBM milik Pertamina per 7 April 2026.

  • Pertalite (Ron 90) stok nasional 1,51 juta KL atau 18,1 hari cadangan
  • Pertamax (Ron 92) 382 ribu KL atau 22,1 hari cadangan
  • Pertamax Turbo (Ron 98) 38,69 ribu KL atau 46,5 hari cadangan
  • Solar Subsidi (CN 48) 1,57 juta KL atau 16,5 hari cadangan
  • Pertamina Dex (CN53) 71,8 ribu KL atau 64,5 hari cadangan
  • Avtur 388 ribu KL atau 28,1 hari cadangan

Anas mengakui bahwa kondisi pergerakan stok BBM memang sangat dinamis. Dia menyebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan keseimbangan pasokan produksi kilang terus dilakukan.

“Tidak ada kegiatan perbaikan sehingga stok yang fluktuatif ini terus dijaga dengan baik dan posisinya sangat aman,” ucapnya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...