Prabowo Terima Bos Rosatom di Istana, Bahas Kerja Sama Pembangkit Listrik Nuklir
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Direktur Jenderal Rosatom, Alexey Likhachev, di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (12/5). Rosatom merupakan badan usaha milik negara (BUMN) Rusia yang bergerak di bidang energi nuklir.
Prabowo dan Likhachev membahas sejumlah bidang kerja sama antara Rusia dan Indonesia dalam pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai. Pembahasan tersebut mencakup pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga nuklir, infrastruktur nuklir, pelatihan sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi nuklir di luar sektor energi.
Likhachev mengatakan Indonesia saat ini tengah menetapkan target ambisius dalam pengembangan energi nuklir. Menurutnya, pembahasan antara kedua negara tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga diarahkan pada pembentukan kemitraan jangka panjang.
“Kami tidak hanya membahas teknologi, tetapi juga membangun kemitraan jangka panjang yang berfokus pada pengembangan industri baru bagi negara ini, pelatihan tenaga kerja nasional, munculnya kompetensi baru, serta penguatan kedaulatan teknologi negara,” kata Likhachev dalam siaran pers yang diterbitkan oleh Rosatom, dikutip pada Rabu (13/5).
Likhachev menyampaikan bahwa Rosatom siap menawarkan pendekatan komprehensif untuk pengembangan program nuklir nasional Indonesia. Hal ini termasuk solusi pembangkit listrik tenaga nuklir skala besar, serta proyek reaktor modular kecil dan unit pembangkit listrik terapung.
Kedua pihak juga memberikan perhatian khusus pada integrasi energi nuklir ke dalam sistem ketenagalistrikan Indonesia, dengan mempertimbangkan karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.
Agenda kunjungan tersebut juga mencakup pertemuan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo, serta Ketua Dewan Perwakilan Daerah Sultan Bachtiar Najamudin.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terpantau hadir di Istana pada Selasa (12/5). Namun, Bahlil tidak memberikan keterangan terkait agenda mendampingi Prabowo dalam pertemuan dengan Rosatom. Saat ditanya awak media, Bahlil tidak menanggapi dan menghindari pertanyaan mengenai pertemuan itu.
Rusia dan Indonesia memiliki sejarah panjang kerja sama di bidang nuklir. Tahun 2026 menjadi peringatan 20 tahun Perjanjian Antarpemerintah tentang Kerja Sama dalam Pemanfaatan Energi Atom untuk Tujuan Damai. Perjanjian tersebut ditandatangani pada 1 Desember 2006 dan menjadi landasan kerja sama bilateral antara Rusia dan Indonesia di industri nuklir.
