Istana: Harga BBM Pertamax Nonsubsidi Ikut Tren Minyak Dunia Tapi RI Masih Murah

Ira Guslina Sufa
12 Juni 2026, 21:13
Petugas berdiri di samping mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax ke tangki sepeda motor di SPBU Batu Anteru, Ternate, Maluku Utara, Rabu (10/6/2026). PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax di wilayah Malu
ANTARA FOTO/Andri Saputra/nz
Petugas berdiri di samping mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax ke tangki sepeda motor di SPBU Batu Anteru, Ternate, Maluku Utara, Rabu (10/6/2026). PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax di wilayah Maluku Utara dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter yang berlaku mulai 10 Juni pukul 00.00 WIT, sementara harga BBM subsidi jenis Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan Pertamax merupakan jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sehingga harga jualnya mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Kendati demikian, harga yang kini ditetapkan menurut Teddy masih lebih rendah dari harga di sejumlah negara. 

Teddy mengatakan sejak Pertamina menaikkan harga Pertamax dan varian BBM nonsubsidi lainnya, harga per liter di Indonesia masih lebih murah dibandingkan dengan BBM RON 92/95 di beberapa negara Asia Tenggara, misalnya Filipina, Laos, Thailand, Myanmar, dan Singapura.

"Pertamax adalah BBM nonsubsidi. Artinya, harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia. Apa saja BBM bersubsidi? Pertalite dan Solar. Harga BBM subsidi tidak naik," kata Teddy seperti dikutip dari Antara, Jumat (12/6). 

Teddy mengatakan, sejak harga minyak dunia naik imbas perang Iran versus Amerika Serikat dan Israel, harga BBM bersubsidi tidak naik alias tetap pada harga Rp 10.000 per liter untuk varian Pertalite dan Rp 6.800 per liter untuk Solar. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax baru naik per 10 Juni 2026 dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter.

"Harga minyak dunia naik drastis sejak Maret, tetapi pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan. Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain," kata Teddy.

Sekretariat Kabinet dalam unggahan resminya kemudian memaparkan harga BBM RON 92/95 di beberapa negara Asia Tenggara, misalnya Filipina Rp 22.158 per liter, Laos Rp 31.945 per liter, Thailand Rp 28.910 per liter, Myanmar Rp 25.085 per liter, dan Singapura Rp 42.971 per liter.

Sekretariat Kabinet mengunggah penjelasan dari Teddy mengenai alasan Pertamina menyesuaikan harga Pertamax pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB di tengah aksi unjuk rasa mahasiswa dari beberapa kampus di wilayah Bundaran HI, Jakarta, yang berlangsung sejak siang hari.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia, sebagai salah satu kelompok massa aksi, membawa lima tuntutan dalam unjuk rasa hari ini, salah satunya menurunkan harga BBM. Walaupun demikian, saat ini, harga BBM yang naik hanya BBM nonsubsidi. Sementara harga BBM yang bersubsidi masih tetap alias tidak naik.



add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...