Harga Minyak Turun Tipis Imbas Mulai Dibukanya Akses Selat Hormuz

Mela Syaharani
19 Juni 2026, 09:14
harga minyak, Selat Hormuz
REUTERS/Stringer
Harga minyak dunia turun tipis meski aktivitas di Selat Hormuz mulai normal.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Harga minyak acuan dunia terus menurun dalam seminggu terakhir. Hal ini disebabkan karena terjadinya kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang membuat jalur pelayaran Selat Hormuz mulai kembali normal. Kesepakatan tersebut meredakan guncangan pasokan terbesar yang pernah terjadi di pasar minyak mentah global.

Harga minyak Brent turun 0,9% menjadi US$ 79,10 per barel pada pukul 08.02 pagi waktu Singapura. Bloomberg mencatat harga Brent turun 9% sepanjang pekan ini. Tak hanya Brent, penurunan harga lebih dalam bahkan dialami oleh minyak acuan West Texas Intermediate (WTI). Pagi ini harganya turun 0,8% menjadi US$ 75,27 per barel.

Kapal-kapal pengangkut minyak yang sebelumnya tertahan di Selat Hormuz dan Teluk Persia mulai keluar dari wilayah tersebut sejak kemarin. Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command) mengatakan telah mencabut blokade terhadap lalu lintas menuju dan dari pelabuhan serta wilayah pesisir Iran. 

Sementara itu, sebuah lembaga informasi maritim penting yakni Joint Maritime Information Center menyarankan kapal-kapal yang hendak melintasi jalur tersebut untuk menggunakan rute dekat garis pantai Oman guna menghindari ranjau laut.

Kesepakatan Damai Berlaku hingga 60 Hari

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyanjung perkembangan tersebut dan menepis kritik yang menilai kesepakatan itu memberikan terlalu banyak konsesi kepada Teheran. "Pasar menyukai apa yang sedang terjadi. Harga minyak turun tajam dan saham melonjak," kata Trump dalam unggahan di Truth Social, seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (19/6).

Kesepakatan damai sementara ini berlaku hingga 60 hari. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan periode waktu ini ditetapkan agar kedua pihak bisa menyelesaikan rincian masalah yang masih diperdebatkan dalam nota kesepahaman.

Meski harga minyak mulai menurun, namun pembukaan Selat Hormuz secara penuh masih memerlukan proses yang rumit serta memakan waktu. Agar dapat berjalan lancar, proses tersebut memerlukan koordinasi yang baik, termasuk penempatan kapal pada posisi yang tepat, pengaktifan kembali sumur minyak, perbaikan infrastruktur, serta kesepakatan mengenai operasi pembersihan ranjau. Sejumlah pemilik kapal juga masih berhati-hati terhadap kondisi di jalur perairan tersebut dan kawasan Teluk Persia.

“Seluruh pihak ingin mengeluarkan kapal mereka, namun kondisi saat ini menunjukkan tidak perlu terburu-buru menjadi pihak pertama yang beranjak. Meski aktivitas kembali terjadi namun situasinya masih rapuh,” kata Chief Executive Officer D/S Norden A/S, Jan Rindbo.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...