Harga Minyak Stabil di Bawah US$ 80 Per Barel Seiring Kemajuan Negosiasi AS-Iran
Harga minyak dunia hari ini bergerak stabil setelah turun lebih dari 3% pada sesi sebelumnya. Kondisi ini berlangsung seiring dengan kemajuan pembahasan perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Dikatakan bahwa Teheran berpotensi mengantongi pelonggaran ekspor minyak lewat negosiasi tersebut.
Harga minyak Brent berada di angka US$ 78,19 per barel pada pukul 08.12 pagi di Singapura. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 0,5% menjadi US$ 74,21 per barel.
Pejabat AS dan Iran menyebut adanya kemajuan perundingan putaran pertama. Kedua negara menuju pembicaraan kesepakatan damai secara permanen, mengakhiri konflik yang meletus sejak akhir Februari.
Kendati demikian, masih ada beberapa perbedaan pandangan di antara kedua negara. Salah satunya terkait dengan klaim Wakil Presiden AS JD Vance bahwa Iran telah setuju mengizinkan inspektur nuklir masuk ke negara itu. Namun klaim tersebut dibantah oleh Teheran.
“Masih ada jalan panjang dalam perundingan, pasar mungkin sudah memperhitungkan kelebihan pasokan sebelum perdamaian benar-benar terjadi. Kondisi ini sama seperti sebelumnya, pasar juga menghitung kekurangan pasokan sebelum minyak hilang dari pasar,” kata Managing Director dan Senior Energy Trader di CIBC Private Wealth, Rebecca Babin, dikutip dari Bloomberg, Selasa (23/6).
Menurutnya, pergerakan minyak mentah memiliki kecenderungan melampaui ekspektasi. Namun Bloomberg juga memproyeksikan terjadinya tarik ulur berkepanjangan mengenai nuklir Iran dalam perundingan.
Arus perdagangan Selat Hormuz mulai meningkat. Qatar sudah mulai membawa lebih banyak kapal tanker gas alam cair (LNG) kosong ke Teluk Persia. Empat kapal tanker melintas tanpa menyembunyikan lokasi mereka, dan semakin banyak kapal yang sedang dalam perjalanan menuju Teluk Persia.
Kemajuan menuju perdamaian telah menyebabkan pelemahan timespread, dengan selisih antara dua kontrak Brent terdekat semakin mendekati posisi seimbang. Indikator yang sama untuk minyak mentah Dubai dan Murban dari Timur Tengah bahkan telah berbalik ke struktur contango.
