Bahlil Akui Pendapatan Migas akan Menyusut Usai Harga Gas Industri Diturunkan

Mela Syaharani
29 Juni 2026, 15:11
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Menteri ESDM melaporkan hasil pertemuan dengan utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri ESDM Rusia kepad
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./kye
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Menteri ESDM melaporkan hasil pertemuan dengan utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri ESDM Rusia kepada Presiden Prabowo Subianto, antara lain mengenai Indonesia akan mendapat pasokan minyak mentah Rusia serta kerja sama pembangunan infrastruktur strategis untuk meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan terjadi penurunan atau berkurangnya pendapatan sektor migas imbas penetapan harga regasifikasi gas alam cair (LNG) untuk industri. 

Dia menyebut harga gas industri tersebut sebelumnya mencapai US$ 20-23 per MMBTU, saat ini harganya diturunkan menjadi US$ 13 per MMBTU.

“Pasti terjadi penurunan pendapatan, baik dari hulu maupun di hilir migas, termasuk pendapatan negara. Tapi kami tanggung renteng,” kata Bahlil saat ditemui di kompleks DPR RI, Senin (29/6).

Tanggung renteng diartikan sebagai keputusan untuk menanggung sesuatu secara bersama-sama berkaitan dengan biaya.

Dia menyebut isu kenaikan harga LNG terjadi di Jawa bagian Barat karena ada masalah penurunan produksi dari sumur-sumur minyak yang ada di daerah tersebut. Kenaikan ini tidak menjadi permasalahan di Jawa bagian Timur.

“Pelan-pelan kami atasi masalahnya ya,” ujarnya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman menyampaikan alasan yang menyebabkan harga LNG mahal karena melewati berbagai proses dari dulu hingga akhirnya disalurkan ke industri.

LNG yang baru keluar dari perut bumi harus melalui proses pencairan, lalu dikemas dalam kargo dan dikirimkan ke tujuan. Sebelum dialirkan ke industri, LNG akan diregasifikasi.

Laode menyebut penurunan harga LNG ini tidak ditanggung melalui subsidi atau kompensasi pemerintah, melainkan diatur pengurangan di setiap prosesnya.

“Semua komponen tersebut direduksi untuk bisa membentuk angka (penurunan harga menjadi US$ 13 per MMBTU) tadi,” kata Laode dalam kesempatan yang sama.

Berlaku Mulai Hari Ini

Pemerintah menurunkan harga regasifikasi gas alam cair (LNG) untuk sektor industri mulai hari ini, (29/6). Bahlil menyebut pelaku usaha di sektor industri sebelumnya memberi usulan penurunan harga LNG menjadi US$ 15-16 per MMBTU. 

“Atas arahan Bapak Presiden untuk menjaga industri dan lapangan pekerjaan, kami menghitung dan melaporkan (harga LNG) diturunkan menjadi US$ 13 per MMBTU,” kata Bahlil dalam konferensi pers di DPR RI, Senin (29/6).

Bahlil menyebut penurunan harga LNG ini diperoleh dari pemangkasan seluruh sektor, mulai dari hulu hingga hilir. Penurunan harga ini berlaku untuk industri yang menghasilkan produk.  

“Di hulu kan ada bagian pemerintah, di hilir juga kami meminta mereka untuk turunkan cost, termasuk juga Pertamina. Jadi baik dari perusahaan migas maupun PGN kena pemotongan (harga),” ujarnya.

Bahlil mengatakan harga LNG tinggi karena diambil dari luar Jawa seperti Kalimantan, Papua, dan Sulawesi yang membutuhkan biaya transportasi dan proses regasifikasi sebelum disalurkan melalui pipa ke industri. Dia menyebut industri dikenakan harga LNG karena ada masalah penurunan produksi dari sumur-sumur minyak yang ada di Jawa Barat.

“Itulah yang menjadi penyebab kenapa teman-teman dari sektor industri meminta pemerintah harus turun tangan,” ucapnya. 

Bahlil menyebut ada tiga jenis gas yang disalurkan untuk industri. Pertama dipatok melalui harga gas murah (HGBT) yang ditetapkan US$ 6,5-7 per MMBTU. Kedua gas pipa yang non HGBT namun industrinya ada di wilayah Jawa itu di angka US$ 9,6 per MMBTU. Ketiga harga gas umum atau LNG yang tarifnya diturunkan.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...