Usai Tertahan 4 Bulan, Kapal Pertamina Pride Akhirnya Tinggalkan Selat Hormuz

Mela Syaharani
8 Juli 2026, 20:09
Pertamina pride. Kapal Pertamina, selat hormuz,
Pertamina
Pertamina International Shipping (PIS) meluncurkan kapal tanker berkapasitas 2 juta barel bernama Pertamina Pride, Selasa (9/2).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kapal tanker Pertamina Pride milik PT Pertamina (Persero) akhirnya berhasil meninggalkan Selat Hormuz setelah tertahan selama sekitar empat bulan akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.

Berdasarkan data pelacakan kapal MarineTraffic pada Rabu (8/7), kapal tersebut kini telah berada di perairan Oman dan melaju dengan kecepatan sekitar 10 knot menuju Kilang Pertamina Cilacap, Jawa Tengah.

Kapal yang dioperasikan PT Pertamina International Shipping (PIS) itu sebelumnya mengangkut minyak mentah dari Pelabuhan Ras Tanura, Arab Saudi, dan sempat tertahan di Teluk Arab sejak perang yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel pecah pada awal Maret.

Data pelacakan kapal juga menunjukkan Pertamina Pride telah keluar dari kawasan Teluk Persia dan melanjutkan pelayaran menuju Indonesia. Reuters melaporkan kapal ini merupakan salah satu dari sedikit tanker yang berhasil keluar dari Selat Hormuz di tengah meningkatnya ancaman keamanan di jalur pelayaran tersebut. 

Katadata.co.id menghubungi Pertamina untuk meminta tanggapan terkait pergerakan Kapal Pertamina Pride, namun hingga saat ini perusahaan belum memberikan tanggapan.

PT Pertamina (Persero) sebelumnya mengatakan sedang mengurus perizinan kapal tersebut. 

“Untuk kapal Pertamina Pride sampai dengan saat ini kami sedang memproses perizinannya. Selat Hormuz juga memanas kembali sehingga pelaksanaan kargo dari Pride masih tertunda,” kata Vice President Corporate Communication Muhammad Baron saat ditemui di Grha Pertamina, Kamis (2/7). 

Baron menyebut kapal tersebut memang memuat pasokan minyak untuk dalam negeri, khususnya bagi Kilang Pertamina Cilacap yang ada di Jawa Tengah. Nanti jika sudah bisa berlayar (dari Selat Hormuz) kapalnya ke Kilang Cilacap, katanya.

Saat perang Timur Tengah memanas, ada dua kapal milik Pertamina yang berada di kawasan tersebut, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro. PIS menyebut kapal Gamsunoro milik perusahaan telah berhasil melewati titik kritis Selat Hormuz pada pukul 20.00 WIB, pada 25 Juni.

Kapal ini sempat tertahan di Teluk Persia sejak awal Maret 2026 akibat perang antara Amerika Serikat dan Iran. Pertamina mengatakan kapal ini menempuh perjalanan selama 16 jam untuk melewati Selat Hormuz. 

Gamsunoro mulai beranjak dari Teluk Arab, Rabu mulai pukul 01.06 waktu Dubai atau sekitar pukul 04.06 WIB. Kapal melaju dengan kecepatan 7,5 knot dan tiba di mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 16.00 WIB. Empat jam kemudian, kapal dinyatakan berhasil melintasi selat dan mencapai titik aman.  

Pjs. Sekretaris Perusahaan PIS Vega Pita mengatakan keputusan memberangkatkan Gamsunoro diambil setelah perusahaan melakukan penilaian risiko selama sekitar satu bulan serta berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran, dan berbagai otoritas terkait.

"Pemilihan waktu dan rute di Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat. Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru," kata Vega. 

Meski Pertamina Pride telah berhasil keluar dari Selat Hormuz, situasi keamanan di kawasan tersebut masih belum sepenuhnya pulih. Reuters melaporkan sedikitnya empat kapal tanker minyak dan LNG memilih berbalik arah setelah terjadi serangan terhadap kapal-kapal di sekitar Selat Hormuz yang kembali meningkatkan tingkat ancaman bagi pelayaran. Namun, di tengah kondisi ini, Pertamina Pride bersama dua tanker lainnya berhasil keluar dari kawasan tersebut. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...