Bahlil: Implementasi B50 Bisa Hemat Devisa hingga Rp 170 Triliun

Mela Syaharani
9 Juli 2026, 16:34
Bahlil, devisa, B50
Youtube Sekretariat Presiden
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan implementasi Biodiesel 50% atau B50 bisa menghemat devisa negara hingga Rp 170 triliun.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan implementasi Biodiesel 50% atau B50 bisa menghemat devisa negara hingga Rp 170 triliun.

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang diproduksi dari minyak nabati maupun hewani dan dapat digunakan sebagai pengganti sebagian solar pada mesin diesel. Mulai Juli 2026, Indonesia resmi menerapkan B50 setelah sebelumnya menjalankan program B40.

“Pada B40 penghematan devisa Rp 133 triliun, dengan implementasi B50 ternyata (penghematan bisa) Rp 170 triliun,” kata Bahlil dalam peresmian implementasi B50 di Cikampek, Jawa Barat, Kamis (9/7).

Dasar hukum pelaksanaan Program Mandatori Biodiesel B50 adalah Permen ESDM Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pengusahaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati serta Kepmen ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 Tahun 2026 tentang kewajiban pencampuran biodiesel sebesar 50% dalam minyak solar.

Dalam pelaksanaannya, badan usaha bahan bakar nabati, badan usaha bahan bakar minyak, dan badan usaha penyalur wajib menerapkan standar dan mutu sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.

Dia menyebut tak hanya devisa, penerapan B50 juga mengurangi impor solar RI, sekaligus  meningkatkan nilai tambah industri minyak kelapa sawit (CPO) dari Rp 20,92 triliun menjadi Rp 23,49 triliun. 

Bahlil mengatakan program B50 ini juga meningkatkan penyerapan tenaga kerja dari sekitar 1,8 juta orang pada program B40 menjadi 2,1 juta tenaga kerja.

Tingkatkan Kepastian Harga CPO

Bahlil juga menilai B50 dapat meningkatkan kebutuhan CPO Indonesia, dari yang sebelumnya 15,2 juta ton menjadi 16,3-17 juta ton. Hal ini bisa memberi kepastian pasar kepada petani sawit.

“Kalau harga CPO di luar negeri rendah dan negara lain tidak mau (membeli), kita bisa sisihkan untuk bangun industri hilirisasi B50. Supaya harga petani dan industri naik, dan negara sejahtera,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan B50 bisa menurunkan emisi gas rumah kaca dari 39,66 juta ton CO2 menjadi sekitar 44,46 juta ton CO2.

Tak hanya itu, Bahlil juga mengklaim kualitas B50 lebih baik dibandingkan B40. Dari segi filter, untuk B40 harus diganti ketika sudah mencapai jarak 10-20 ribu kilometer (km), namun jika B50 filter mesin baru diganti saat mencapai jarak 40 ribu km.

Untuk mendukung implementasi, badan usaha BBM diberikan masa transisi hingga 30 September 2026 untuk menghabiskan stok biodiesel dengan spesifikasi pencampuran B40. Menteri ESDM juga akan mengevaluasi pelaksanaan B50 secara berkala setiap tiga bulan.

Pemerintah memastikan kesiapan implementasi B50 melalui persiapan menyeluruh dari aspek teknis, pasokan dan distribusi, serta regulasi.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...