Prabowo Tantang Bahlil Wujudkan Proyek PLTS 100 GW dalam Dua Tahun

Muhamad Fajar Riyandanu
9 Juli 2026, 19:16
Prabowo, PLTS, Bahlil,
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/bay/foc.
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menantang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Bahlil Lahadalia dan CEO Danantara Rosan Roeslani untuk memastikan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS berkapasitas 100 gigawatt (GW) selesai dalam dua tahun.

Prabowo menyampaikan hal itu dalam peluncuran program mandatori Biodiesel 50% atau B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).

“Kita akan membangun 100 gigawatt tenaga surya. Tahun ini PLN akan mulai dengan 17 gigawatt, 100 gigawatt dalam dua tahun,” kata Prabowo, sebagaimana disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (9/7).

Prabowo kemudian menanyakan kesanggupan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, CEO Danantara Rosan Roeslani, hingga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk memenuhi target tersebut.

“Bisa Pak Rosan? Menko bisa? Menteri ESDM?” tanya Prabowo.

Ketiga pejabat itu pun menyatakan mampu memenuhi target yang dicanangkan Prabowo. “Siap, laksanakan,” ujar Bahlil.

Prabowo memperkirakan target pembangunan PLTS 100 GW dalam dua tahun akan memicu keraguan dari berbagai kalangan. Menurutnya, sejumlah pihak kemungkinan meremehkan target iji dan menilai rencana itu sulit terwujud.

“Kita akan dienyek. Saya kasih tahu, siap-siap, kita akan dihujat. Pakar-pakar yang pintar-pintar itu akan bilang, ‘Mana mungkin?’” ujar Prabowo.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya mengatakan pemerintah akan membangun PLTS untuk memenuhi kebutuhan energi Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP. Total kapasitas PLTS yang direncanakan mencapai 100 GW.

Bahlil menyampaikan pembangunan PLTS tersebut merupakan arahan Prabowo dalam rangka mendorong pemanfaatan energi terbarukan. Pemerintah berencana membangun 80 ribu unit KDMP yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pemerintah juga tengah menyusun Peraturan Presiden untuk mempercepat pengembangan PLTS di desa, dengan alokasi lahan 1 hingga 1,5 hektare per desa. Dengan target 80 ribu desa, total lahan yang dibutuhkan sekitar 120 ribu hektare.

Investasi pembangunan PLTS tersebut diperkirakan mencapai US$ 100 miliar. Sementara itu, Indonesia saat ini mengeluarkan US$ 25 miliar per tahun untuk subsidi energi.

Bahlil menyebut pembangunan PLTS dengan total kapasitas 100 GW akan dilakukan secara bertahap. Namun, ia belum memastikan kapan proyek tersebut akan dimulai.

“Lebih cepat lebih baik,” kata Bahlil saat ditemui dalam acara Indonesia Battery Summit 2025.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...