Target Produksi Listrik Pertamina Geothermal Naik Jadi 5,2 GW di Akhir 2026
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menargetkan jumlah produksi listrik sebanyak 5,25 gigawatt (GW). Target ini naik 3,14% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya mencapai 5,09 GW.
Direktur Operasi PGEO, Andi Joko Nugroho, mengatakan perusahaan optimis bisa mencapai target sebab jumlah produksi listrik sudah mencapai 2,74 GW di paruh pertama 2026.
“Kalau diprognosakan sampai akhir tahun, kami optimis tahun ini (produksi listrik) bisa 3,14% di atas realisasi tahun lalu,” kata Andi dalam media briefing di Jakarta, Selasa (4/8).
Jumlah produksi listrik di paruh pertama 2026 juga naik 13,62% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah tersebut, ada lima pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang menyumbang produksi, diantaranya:
- PLTP Kamojang, Jawa Barat 235 megawatt (MW)
- PLTP Lahendong, Sulawesi Utara 120 MW
- PLTP Ulubelu, Lampung 815 MW
- PLTP Karaha, Jawa Barat 63 MW
- PLTP Lumut Balai, Sumatra Selatan 110 MW
Dia menyebut dalam daftar di atas, PLTP dengan kapasitas instal terbesar ada di Kamojang, Ulubelu, kemudian disusul Lumut balai, Lahendong, dan Karaha.
Andi mengatakan produksi listrik dari PLTP mereka bisa membantu dalam kejadian blackout atau pemadaman listrik skala besar di Pulau Sumatra. “Kami berkontribusi untuk segera mengisi sistem agar bisa menormalisasi jaringan,” ujarnya.
PGE telah menargetkan kapasitas terpasang sebesar 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2033. Saat ini, Perseroan mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 727 megawatt (MW), serta berkontribusi terhadap pasokan listrik di berbagai daerah.
Kinerja Perusahaan
PGEO mencatat jumlah pendapatan perusahaan mencapai US$ 235,027 juta pada kuartal II 2026. Jumlahnya naik 14,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, hanya sebesar US$ 204,850 juta.
Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hasudungan Hutabarat, mengatakan laba bersih Perseroan juga naik 15,48% secara tahunan menjadi US$79,607 juta. Hal ini ditopang oleh pertumbuhan produksi dan operasional PLTP serta keuntungan selisih kurs yang positif.
“Pertumbuhan yang kami catatkan di kuartal ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah bekal bagi PGE untuk terus memperluas manfaat panas bumi bagi masyarakat sekaligus mendorong transisi energi nasional,” ujar Fransetya.
Secara keseluruhan, kinerja keuangan PGE per 30 Juni 2026 tercermin dari sejumlah indikator, sebagai berikut:
- Pendapatan : US$ 235,027 juta
- Laba Bersih : US$ 79,607 juta
- Total Aset : US$ 2,967 miliar
- Ekuitas : US$ 2,006 miliar
- Kas dan Setara Kas : US$ 656,634 juta
