ESDM Berencana Atur Pembelian LPG 3 Kg Menggunakan Desil

Mela Syaharani
27 Agustus 2026, 10:50
ESDM, subsidi, LPG 3 kg, desil
ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/nz
Pekerja menata tabung gas 3 kg di SPBE Tanjungwangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (6/3/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mengatur pembelian liquified petroleum gas (LPG) subsidi 3 kilogram (kg) menggunakan desil. Pembelian dengan acuan desil sebelumnya juga rencananya diterapkan untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) Pertalite.

Desil adalah pembagian kelompok kesejahteraan dari urutan 1 hingga 10 berdasarkan pemetaan Badan Pusat Statistik (BPS) dan verifikasi Kementerian Sosial. Desil 1 menunjukkan kondisi paling rentan, sedangkan desil 10 menggambarkan kelompok paling sejahtera. 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman mengatakan hal ini disebabkan karena terus terjadinya over kuota atau jebol angka subsidi LPG setiap tahun.

“Makanya sekarang kami sedang gencarkan konversi, (kami atur) kelas (masyarakat) yang bisa mendapatkan (subsidi) agar lebih tepat sasaran. Desilnya nanti akan kami atur yang LPG, jadi bukan hanya BBM,” kata Laode saat ditemui di kompleks DPR RI, Rabu (26/8).

Desil digunakan sebagai salah satu acuan penentuan penerima bansos, tetapi bukan satu-satunya faktor. Pemerintah tetap melakukan verifikasi lapangan serta pemeriksaan administratif sebelum menetapkan penerima bantuan. 

Desil ini terdapat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data tersebut digunakan untuk memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Sistem ini dikembangkan bersama BPS dan menjadi dasar utama penyaluran bantuan sosial agar penetapan sasaran lebih akurat.

“Kita kan sudah ada DTSEN,” ujarnya.

Realisasi Penyaluran LPG 3 Kg Diproyeksikan Capai 8,7 Juta MT

Kementerian ESDM sebelumnya memproyeksikan realisasi penyaluran subsidi LPG 3 kg melampaui kuota atau jebol tahun ini. Pada 2026 dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kuota subsidi LPG mencapai 8 juta metrik ton (mt). 

“Untuk 2026 prognosanya (hingga akhir tahun) sebesar 8,677 juta mt,” kata Laode dalam rapat dengar pendapat Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8). 

Dengan angka tersebut, maka diprediksi kuota LPG subsidi jebol 677 ribu mt atau 8,46%. Penghitungan prognosa ini berdasarkan perhitungan rata-rata penyaluran harian tiap kabupaten dan kota pada periode Januari-Juli.

Senada, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza juga mengatakan berdasarkan prediksi perusahaan, prognosa penyaluran subsidi Pertalite juga melampaui target tahun ini, di atas 8,5%. 

“Untuk LPG tabung 3 kg pendorong utamanya adalah pertumbuhan penduduk nasional serta pertumbuhan ekonomi yang serupa. Selain itu kebutuhan menjaga ketersediaan menjelang periode natal dan tahun baru (2027),” ujar Oki dalam kesempatan yang sama.

Oki menyebut menyikapi potensi jebolnya kuota subsidi, Pertamina melakukan pengendalian penyaluran melalui pendaftaran 79,7 juta nomor induk kependudukan (NIK) konsumen dalam sistem subsidi tepat. Perusahaan juga melakukan pemadanan data tersebut dengan data penduduk dan pencatatan sipil serta DTSEN.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...