Seloroh Purbaya Hadapi Kemungkinan Harga Minyak Kembali Melambung
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kemungkinan harga minyak kembali melambung pada 2027. Purbaya berseloroh langkah pertama yang dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut dengan berdoa agar eskalasi geopolitik tak memanas lagi.
“Yang pertama, berdoa dulu biar perang selesai, gitu aja,” kata Purbaya sembari tertawa, ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (9/9).
Dia menuturkan, pengalaman harga minyak yang sempat melambung tinggi tahun ini karena memanasnya situasi geopolitik, bisa menjadi bekal pemerintah untuk bersiap bilamana kejadian serupa kembali terulang.
“Kami kan pasti lakukan langkah-langkah untuk memastikan anggaran kita tetap berkesinambungan seperti tahun ini. Jadi kan bukan pengalaman baru, kita enggak akan terlalu kaget, gitu,” kata dia.
Adapun Presiden Prabowo Subianto menargetkan lifting minyak bumi Indonesia mencapai 610 ribu barel per hari (bph) pada 2027. Hal itu diungkapkan Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-1 Tahun Sidang 2026–2027 dan Penyampaian RAPBN Tahun Anggaran 2027, Jumat, 14 Agustus lalu.
Target lifting itu naik 5.000 bph dibandingkan tahun ini yang mencapai 605 ribu bph. Prabowo juga menetapkan target lifting gas untuk tahun depan. “Lifting minyak ditargetkan 610 ribu barel per hari dan lifting gas 954 ribu barel setara minyak per hari,” kata Prabowo.
Presiden juga mengatakan proyeksi harga minyak mentah Indonesia mencapai US$ 75 per barel pada 2027. “Inflasi akan dijaga pada 2,5%. Suku bunga SBN 10 tahun diperkirakan 6,9%. Nilai tukar berada pada kisaran 17.500 rupiah per satu dolar Amerika Serikat,” ujarnya.
