Chandra Asri Perkuat Bisnis Energi, Kimia, dan Infrastruktur
PT Chandra Asri Pacific Tbk atau Chandra Asri Group memperluas bisnis dari petrokimia ke sektor energi, infrastruktur terintegrasi, dan solusi mobilitas setelah 34 tahun beroperasi di Indonesia.
Presiden Direktur Chandra Asri Group Erwin Ciputra mengatakan, diversifikasi dilakukan seiring berkembangnya kebutuhan industri nasional. Perusahaan sebelumnya berfokus pada pembangunan kapasitas petrokimia dan penyediaan bahan baku bagi berbagai sektor industri.
“Seiring waktu, kebutuhan Indonesia juga berkembang, dan kami pun terus membangun kapabilitas baru melalui diversifikasi bisnis,” ujar Erwin dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/9).
Chandra Asri merupakan perusahaan pertama yang mengoperasikan naphtha cracker di Indonesia. Produk yang dihasilkan selama ini digunakan sebagai bahan baku industri kemasan, otomotif, konstruksi, hingga elektronik.
Saat ini, perusahaan mengembangkan tiga pilar bisnis utama, yakni Energi & Kimia, Infrastruktur Terintegrasi, serta Solusi Mobilitas.
Di sektor kimia, Chandra Asri tengah membangun fasilitas Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten, melalui PT Chandra Asri Alkali. Hingga Juli 2026, progres pembangunan proyek tersebut telah mencapai 72%.
Fasilitas senilai lebih dari US$800 juta itu ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027. Proyek ini diarahkan untuk memperkuat pasokan bahan kimia dasar bagi industri domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Selain memperkuat kapasitas di dalam negeri, Chandra Asri juga memperluas bisnis di tingkat regional melalui akuisisi Aster Chemicals and Energy serta integrasi jaringan Esso di Singapura.
Melalui Aster, perusahaan memperoleh tambahan kapabilitas dalam bisnis energi dan kimia, termasuk penyediaan produk petroleum seperti bensin, bahan bakar jet, gas oil, dan bitumen untuk kebutuhan berbagai industri.
Erwin mengatakan, ekspansi regional juga diarahkan untuk membawa kapabilitas dan talenta Indonesia ke pasar yang lebih luas.
“Ketika bisnis kami berkembang di kawasan, Chandra Asri Group membuka peluang bagi talenta Indonesia, membawa kapabilitas Indonesia ke pasar regional, dan menciptakan manfaat yang dapat kembali memperkuat basis bisnis kami di Indonesia,” katanya.
Di lini infrastruktur, Chandra Asri mengembangkan bisnis melalui PT Chandra Daya Investasi Tbk. Portofolionya mencakup daya, air industri, kepelabuhanan, penyimpanan, dan logistik.
Pengembangan tersebut memperluas peran Chandra Asri dalam rantai nilai industri, dari sebelumnya berfokus pada penyediaan bahan baku menjadi penyedia infrastruktur dan layanan penunjang operasional industri.
Menurut perusahaan, integrasi bisnis energi, kimia, dan infrastruktur menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem industri nasional sekaligus memperluas kapabilitas di tingkat regional.
