Bahlil Ungkap Urgensi Pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengungkapkan Kementerian Koordinator baru ini dibentuk Presiden Prabowo Subianto untuk merespons kondisi geopolitik global. Perang di Iran yang menyebabkan seretnya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah membuat desakan transisi energi semakin kencang.
Presiden Prabowo Subianto telah melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Kepresidenan, Kamis (1/10). Bahlil merupakan tokoh yang pertama kali menjabat sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, karena jabatan tersebut baru ada di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“(Kemenko ini) penting karena kita tahu dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, konstelasi dinamika ekonomi dunia yang juga menuntut terjadinya energi bersih,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Kamis (1/10).
Menurutnya Presiden memandang penting bagi pemerintah untuk melaksanakan program-program prioritas yang berkaitan dengan hilirisasi dan transisi energi sebagai komitmen dari Paris Agreement.
“Ini tidak bisa dilakukan secara parsial, tapi harus dilakukan dengan komprehensif, terukur, dan betul-betul dapat diwujudkan dengan apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Golkar ini belum menjelaskan lebih lanjut, daftar kementerian atau lembaga apa saja yang akan dibawahinya. Menurutnya hal ini harus dicek lagi dalam Keputusan Presiden Nomor 104 Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet RI periode 2024-2029.
Bahlil dilantik bertepatan pada Hari Kebangkitan Pancasila di Istana Negara pukul 14.00 WIB.
“Jangan yang terlalu (berat), saya ini kan baru dilantik, jangan bertanya seolah-olah saya sudah bekerja (sebagai Menko),” katanya.
Dia menyampaikan hingga saat ini belum ada arahan spesifik dari Presiden ataupun program prioritas dalam jabatan barunya. Tugas tersebut akan terungkap ketika nanti dirinya melakukan pertemuan dengan Prabowo.
“Masya Allah, aku baru dilantik sayang, nanti (kalau) sudah kerja baru saya laporkan lagi ya,” ujarnya.
Selain itu, Bahlil juga tidak mengungkapkan target-target kinerja yang ingin dia capai dalam tiga bulan kedepan. Menurutnya hal itu tidak ada sebab dia selalu bekerja dan berpikir setiap hari.
Reshuffle Kabinet Merah Putih
Presiden Prabowo Subianto merombak kabinet (reshuffle) Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka Jakarta, pada Kamis (10/1). Seremoni pelantikan para pejabat berlangsung mulai pukul 14.25 WIB.
Para pejabat yang dilantik antara lain Komisaris Jenderal (Komjen) Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri menggantikan posisi Listyo Sigit Prabowo. Sementara posisi Listyo digeser ke Kepala Staf Presiden (KSP).
Pergeseran posisi juga terjadi pada Dudung Abdurachman dari posisi KSP ke Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) menggantikan Djamari Chaniago.
Prabowo juga mengubah penempatan sejumlah posisi anggota kabinet. Berikut beberapa nama pejabat yang dilantik hari ini:
- Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono
- Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman
- Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir
- Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji
- Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo
- Wakil Menteri Koordinator bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo
- Wamenkeu Nurkolisoh Ibnu Aman
- Wamenkeu Luky Afirman
- Kepala Badan Reformasi Agraria Nasional Dedi Prasetyo
- Wamen Kelautan dan Perikanan Irwan Meilano
- Wakil Kepala Badan Otorita Pantai Utara Jawa Muhammad Fadil Imran
- Ketua Ombudsman Radian Syam
- Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa
