Antrean BBM Mengular di Bali, Bahlil Panggil Pertamina untuk Evaluasi Distribusi

Muhamad Fajar Riyandanu
14 Oktober 2026, 19:16
Menteri ESDM sekaligus Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) Bahlil Lahadalia (kanan) bersama anggota DEN Satya Widya Yudha memberikan keterangan pers seusai sidang paripurna DEN yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kye
Menteri ESDM sekaligus Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) Bahlil Lahadalia (kanan) bersama anggota DEN Satya Widya Yudha memberikan keterangan pers seusai sidang paripurna DEN yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Sidang tersebut membahas sejumlah isu strategis sektor energi nasional di antaranya penguatan kemandirian energi nasional dan program mandatori pencampuran bioetanol 20 persen (E20) yang bertahap menjadi (E50) pada BBM.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Antrean panjang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali sejak akhir pekan lalu akibat kendala distribusi pasokan BBM.  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bakal mengevaluasi masalah ini bersama PT Pertamina sehingga kejadian serupa tak terulang.

Menurut Bahlik, stok BBM domestik masih berada pada kisaran 16 hingga 18 hari. Kondisi tersebut menunjukkan ketersediaan stok nasional masih mencukupi, meski terjadi kendala distribusi pasokan di sejumlah daerah.

Ketua Umum Partai Golkar itu juga menyebut Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri telah berada di Bali untuk menangani persoalan tersebut. “Pak Simon sudah ada di Bali. Pemerintah adalah regulator, implementasi daripada itu semua adalah BUMN Pertamina,” kata Bahlil di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (14/10).

Bahlil mengatakan, bakal menggelar rapat sore ini untuk memeroleh laporan terbaru mengenai kondisi pasokan dan distribusi BBM di Bali. Kendati menyebut stok nasional masih aman, ia belum dapat menjelaskan penyebab utama antrean BBM di Bali.

"Kalau stok nasional di angka 16 sampai 18 hari, tidak ada masalah. Jadi mungkin distribusinya (di Bali) yang sedikit terkendala. Itu yang akan saya rapatkan,” ujarnya.

Antrean pembelian BBM di SPBU sempat mengular di wilayah Bali pada 8 Oktober lalu. PT Pertamina Patra Niaga mengakui kondisi tersebut disebabkan karena keterlambatan pasokan Pertalite.

"Memang sebelumnya keterlambatan pasokan Pertalite. Namun, pasokan telah tiba pada 7 Oktober dan kami terus melakukan pengaturan suplai untuk menjaga ketersediaan BBM di wilayah Bali. Selanjutnya, pasokan berikutnya dijadwalkan tiba pada 11 Oktober 2026," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi.

Dia mengatakan, PT Pertamina Patra Niaga menyesuaikan pola suplai BBM di wilayah Bali dalam rangka menjaga ketersediaan energi di Pulau Dewata tersebut. Pertamina terus memastikan pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat melalui pengelolaan stok dan penyesuaian pola suplai secara dinamis.

Menurut Ahad, langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dinamika pada pola dan jalur suplai sekaligus menjaga ketersediaan BBM di berbagai wilayah, khususnya Bali. Pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi stok dan suplai di lapangan serta menyesuaikan pola suplai berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus pada Selasa (13/10) menambah pasokan BBM 20.500 kilo liter (KL) ke daerah Bali. Kebijakan itu untuk mengatasi antrean pengisian BBM di sejumlah SPBU wilayah tersebut.

Tambahan pasokan yang diangkut melalui kapal terdiri atas muatan 18 ribu KL Pertalite dan 2.500 KL Pertamax. Kedatangan kapal tersebut mendukung percepatan distribusi BBM ke SPBU untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga kelancaran pelayanan.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...