Pertamina Tambah 57,9 Juta Liter Pasokan BBM ke Bali
PT Pertamina Patra Niaga menambah jumlah kedatangan kapal tanker secara bertahap pada 14–17 Oktober melalui Terminal Manggis dan Terminal Sanggaran. Hal ini untuk mengatasi terjadinya antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di stasiun bahan bakar umum (SPBU) yang ada di Bali pekan ini.
Berdasarkan jadwal kedatangan kapal yang disiapkan, total tambahan pasokan mencapai 57,9 juta liter, terdiri atas 44,9 juta liter Pertalite dan 13 juta liter Pertamax.
“Pertamina Patra Niaga mengerahkan berbagai upaya untuk mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali. Kami memperkuat pasokan, menambah jam operasional SPBU, mengerahkan dukungan personel, serta mengoptimalkan armada distribusi. Seluruh langkah ini dilakukan secara terpadu agar penyaluran BBM semakin optimal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, dalam siaran pers, dikutip Kamis (15/10).
Pada sisi distribusi, perusahaan juga mengupayakan penambahan armada Mobil Tangki, termasuk dengan mengalihkan sebagian armada dari Banyuwangi ke Bali. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat penyaluran BBM ke SPBU dan mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
Untuk membantu mengurai antrean, Pertamina Patra Niaga juga mengoptimalisasi layanan motoris BBM bagi pengguna kendaraan roda dua sesuai ketentuan operasional dan keselamatan yang berlaku. Sementara itu, informasi mengenai ketersediaan pasokan dan layanan SPBU terus disampaikan melalui akun Instagram resmi @pertaminabali agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dan terkini.
Selain penguatan pasokan, Pertamina Patra Niaga juga meningkatkan jam pelayanan SPBU di Kota Denpasar. Dari sebelumnya 24 SPBU yang beroperasi selama 24 jam, perusahaan menyiapkan penambahan 60 SPBU dengan jam operasional yang sama. Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan BBM dan memberikan lebih banyak pilihan waktu pengisian.
“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar upaya pemulihan berjalan optimal dengan tetap mengutamakan keselamatan,” ujar Kitty.
Penguatan personel dilakukan melalui penambahan operator SPBU cadangan serta koordinasi dengan Kodam IX/Udayana untuk mendukung kebutuhan operasional. Koordinasi juga dilakukan untuk menyiapkan pengemudi Mobil Tangki cadangan sebagai langkah antisipasi apabila pengemudi membutuhkan waktu istirahat, sehingga keselamatan kerja dan kelancaran distribusi tetap terjaga.
Pertamina Patra Niaga juga turut memperkuat dukungan personel internal dari Jakarta dengan melibatkan berbagai fungsi dan unit kerja untuk membantu percepatan pemulihan layanan BBM di Bali. Dukungan lintas fungsi tersebut ditujukan untuk memperkuat koordinasi operasional, distribusi, penjualan, serta komunikasi dengan para pemangku kepentingan.
“Pertamina Patra Niaga terus memantau kondisi pasokan dan penyaluran BBM serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan mengikuti informasi resmi Pertamina mengenai ketersediaan pasokan dan layanan SPBU di Bali,” katanya.
