Bahlil Resmikan Proyek Jangkrik-Maha di Kaltim, Produksi Gas Tambah 290 MMSCFD

Muhamad Fajar Riyandanu
22 Oktober 2026, 15:20
Bahlil, migas, Jangkrik, Maha
Youtube Kementerian ESDM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia meresmikan penerimaan gas JNE#6 dan Fasilitas Produksi Lapangan Maha-South Hub, pada Kamis (22/10).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meresmikan pengaliran gas perdana dari Sumur Jangkrik North East (JNE) #6 dan peningkatan produksi Lapangan Maha di wilayah lepas pantai West Ganal, Kalimantan Timur, pada Kamis (22/10).

Kedua proyek tersebut dikelola oleh Searah, perusahaan patungan (joint venture/JV) antara Eni dan Petronas. Menurut Bahlil, kedua proyek itu diproyeksikan menambah produksi gas sebesar total 290 juta kaki kubik standar per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD).

Sumur JNE#6 mengalirkan gas perdana dengan pasokan sebesar 60 MMSCFD. Selanjutnya, operator akan meningkatkan pasokan gas secara bertahap hingga mencapai 230 MMSCFD dari Lapangan Maha pada akhir Oktober 2026.

"Atas seizin Bapak Presiden dan seluruh hadirin yang ada, bertempat di tengah laut di atas 12 mil dari daratan, saya resmikan operasional daripada sumur gas Jangkrik dan fasilitas produksi lapangan Maha South Hub,” kata Bahlil, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube KementerianESDM pada Kamis (22/10).

Tambahan pasokan gas tersebut diproyeksikan mendorong fasilitas produksi terapung (Floating Production Unit/FPU) Jangkrik beroperasi pada kapasitas maksimal. Bahlil mengatakan, FPU Jangkrik akan beroperasi penuh dalam waktu dekat seiring dengan peningkatan pasokan dari Sumur JNE#6 dan Lapangan Maha, serta produksi dari lapangan eksisting.

Kombinasi pasokan tersebut diproyeksikan meningkatkan produksi FPU Jangkrik hingga mencapai kapasitas maksimal sebesar 700–750 MMSCFD."Sekarang berarti overall sudah mencapai 750 MMSCFD karena eksisting kurang lebih sekitar 450 MM, sekarang tambah lagi kurang lebih sekitar 300 berarti sudah mencapai 750 MMSCFD," ujar Bahlil.

Proyek Migas di West Ganal

Proyek pengembangan gas bumi Maha atau Maha Development Project di wilayah lepas pantai West Ganal ini memiliki nilai investasi sebesar US$ 841 juta. Proyek ini dirancang untuk mengembangkan sumber daya gas bumi baru dengan memanfaatkan infrastruktur produksi yang telah tersedia di kawasan tersebut.

Proyek Maha memiliki perkiraan cadangan gas sebesar 438 miliar kaki kubik standar (billion standard cubic feet/BSCF). Pengembangan lapangan ini ditargetkan menghasilkan produksi gas puncak sebesar 290 juta kaki kubik standar per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD).

Pengembangan proyek mencakup pembangunan dua sumur produksi, yakni Maha-3 dan Maha-4, serta fasilitas bawah laut berupa Maha Subsea Production System (SPS). Infrastruktur tersebut akan terhubung dengan fasilitas yang sudah ada di kawasan operasi Jangkrik, termasuk fasilitas produksi terapung (Floating Production Unit/FPU) Jangkrik.

Pemanfaatan infrastruktur eksisting menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan proyek ini. Skema tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan fasilitas produksi gas yang sudah tersedia, sehingga pengembangan lapangan baru dapat berlangsung lebih efisien dari sisi biaya dan waktu.

Proyek ini berlokasi di perairan Selat Makassar, lepas pantai Kalimantan Timur, dengan kedalaman laut sekitar 780–1.770 meter. Pengembangan lapangan Maha juga mencakup jaringan pipa bawah laut yang menghubungkan sumur-sumur produksi dan fasilitas pengolahan gas dengan infrastruktur eksisting.

Persetujuan rencana pengembangan pertama atau Plan of Development (POD I) diperoleh pada 28 Desember 2023. Survei geofisika selesai pada Maret 2024, disusul survei geoteknik pada Agustus 2024. Persetujuan Final Investment Decision (FID) tercatat pada Februari 2025.

Tahapan berikutnya mencakup pengeboran dan penyelesaian sumur Maha-3 dan Maha-4 yang dijadwalkan pada Juli 2026. Proyek tersebut menargetkan produksi gas perdana atau first gas pada 31 Oktober 2026.

Pengembangan lapangan Maha diharapkan mendukung penambahan pasokan gas bumi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi. Gas yang dihasilkan juga berpotensi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan industri, termasuk industri pupuk dan petrokimia, serta mendukung kebutuhan energi di Kalimantan Timur dan wilayah lainnya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...