RI Impor BBM dari Singapura, Bahlil Bidik India dan Cina Sebagai Alternatif

Muhamad Fajar Riyandanu
26 Oktober 2026, 17:13
Bahlil, impor BBM, Singapura,
Dok Kementerian ESDM
Bahlil
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, menyarankan India dan Cina sebagai negara alternatif pemasok bahan bakar minyak (BBM). Indonesia saat ini masih mengimpor sebagian kebutuhan BBM bersubsidi jenis Pertalite (RON 90) dari Singapura. 

Inisiatif itu merupakan salah satu upaya untuk mengunci kepastian pasokan energi domestik melalui penjajakan kerja sama dengan sejumlah negara, terutama untuk bensin dengan angka oktan atau Research Octane Number (RON) 90 yang selama ini masih diimpor dari negara tetangga, seperti Singapura.

“Indonesia mengimpor BBM RON 90 dari negara tetangga. Dan mulai besok saya akan berangkat ke beberapa negara termasuk India, Cina, dan beberapa negara untuk saya mendapatkan kepastian pasokan,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM pada Senin (26/10).

Ketua Umum Partai Golkar menyebut langkah itu juga bertujuan untuk memperoleh kepastian pengadaan BBM dalam jangka panjang agar Indonesia dapat mengantisipasi potensi gangguan pasokan energi dari luar negeri ke depannya.

Selain mencari sumber impor baru, pemerintah menargetkan kontrak pengadaan BBM jangka panjang dengan negara pemasok. Skema ini diharapkan dapat memberikan jaminan pasokan sekaligus membantu pemerintah mengelola kebutuhan energi dalam negeri secara berkelanjutan.

“Rakyat Indonesia tenang, atas arahan dan perintah Presiden Prabowo bahwa cadangan BBM kita berada dalam standar minimum nasional, harga tidak akan naik untuk BBM bersubsidi. Saya diperintahkan untuk mencari kontrak jangka panjang,” ujar Bahlil.

Bahlil sebelumnya menyampaikan bahwa Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan BBM bersubsidi jenis Pertalite (RON 90) dari Singapura. Ia mengakui ketergantungan impor ini terjadi di tengah konsumsi minyak nasional mencapai 1,6 juta barel per hari. Sedangkan produksi siap jual (lifting) minyak domestik hanya sekitar 600 ribu barel per hari.

Situasi itu menyebabkan Indonesia mengimpor sekitar 1 juta barel per hari. “Di beberapa produk-produk RON 90 Pertalite yang disubsidi itu sebagian kita impor masih di Singapura,” kata Bahlil dalam Bali Tech Week 2026 di Sanur, Bali, pekan lalu (19/10). 

Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Singapura menjadi negara asal impor minyak bumi dan hasil hasil minyak terbesar Indonesia dalam statistik negara asal utama periode 2017–2024. Pada tahun 2024, impor dari Singapura mencapai 15,87 juta ton, meningkat dibandingkan 13,13 juta ton pada tahun 2023.

Di sisi lain, India disebut menjadi salah satu negara yang memiliki kapasitas pengilangan minyak yang besar dan berorientasi ekspor. Kementerian Perminyakan dan Gas Alam India mencatat negara tersebut memiliki kapasitas kilang sekitar 248,9 juta ton per tahun melalui 23 kilang. India juga mengekspor 61,5 juta ton produk minyak pada tahun fiskal 2025/2026.

Cina juga memiliki industri pengilangan minyak berukuran besar dengan kapasitas total sekitar 19 juta barel per hari pada tahun 2024. Namun, tingkat pemanfaatan kilang Cina pada tahun tersebut cenderung berada di kisaran 75,5% dari kapasitas, hal ini seiring melemahnya permintaan sejumlah bahan bakar transportasi.

US Energy Information Administration (EIA) mencatat, perlambatan pertumbuhan konsumsi bensin di Cina sejalan dengan meningkatnya penggunaan mobil listrik dan hibrida. Hal tersebut juga dipicu oleh peningkatan penggunaan truk berat berbahan bakar gas alam cair (LNG) dan listrik, serta lambatnya pertumbuhan ekonomi yang menekan permintaan gasoil atau solar sebesar 2,5% pada tahun 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...