SKK Migas Sebut Uni Emirat Arab Siap Pasok 30 Juta Barel Minyak ke RI

Muhamad Fajar Riyandanu
27 Oktober 2026, 19:05
minyak, skk migas, arab saudi
Pertamina
Cerita nahkoda kapal tanker minyak mentah Pertamina International Shipping (PIS) di Tanjung Harapan, Afrika Selatan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengatakan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) bersedia memasok 30 juta barel minyak mentah ke Indonesia. Rencana tersebut juga mencakup pembebasan biaya kapal pengangkut minyak.

Djoko mengatakan dirinya telah mendampingi pertemuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dengan Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri.

“Duta Besar Abu Dhabi menyampaikan bahwa pemerintah UEA akan mengirim minyak ke Indonesia sampai dengan 30 juta barel, Indonesia tidak mengeluarkan biaya sama sekali, termasuk biaya armada kapal,” kata Djoko saat memberikan sambutan acara Inpex FEED Completion Seremony di The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place pada Selasa (27/10).

Sebelumnya, Bahlil menyarankan India dan Cina sebagai negara alternatif pemasok bahan bakar minyak (BBM). Wacana ini disampaikan saat Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan BBM bersubsidi jenis Pertalite (RON 90) dari Singapura. 

Inisiatif itu merupakan salah satu upaya untuk mengunci kepastian pasokan energi domestik melalui penjajakan kerja sama dengan sejumlah negara, terutama untuk bensin dengan angka oktan atau Research Octane Number (RON) 90 yang selama ini masih diimpor dari negara tetangga, seperti Singapura.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengimpor minyak bumi dan hasil-hasilnya dari UEA. Impor komoditas tersebut dari UEA mencapai sekitar 1,80 juta ton dengan nilai sekitar US$ 1,18 miliar pada 2024.

Berdasarkan data BPS untuk periode 2017–2024, volume impor terbesar dari UEA dalam rentang tersebut terjadi pada 2017, yakni sekitar 3,28 juta ton. Sementara itu, nilai impor tertinggi tercatat pada 2022, mencapai sekitar US$ 1,90 miliar, dengan volume 2,54 juta ton.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...