Gaikindo: Program Mobil Murah Dihapus Impor Bakal Naik

Image title
Oleh
2 Oktober 2014, 15:43
LCGC
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) menilai pengakhiran program mobil murah dan ramah lingkungan dapat meningkatkan impor di sektor otomotif.

Hal ini akan menaikkan defisit neraca perdagangan kendaraan roda empat yang sudah berangsur-angsur turun dalam setahun terakhir. Selama ini, kendaraan yang juga dikenal sebagai Low Cost and Green Car (LCGC) ini sekitar 86 persen bahan baku yang digunakan berasal dari dalam negeri.

?Komponennya banyak dibuat di Indonesia. Kalau pemerintah mau impor ya silahkan,? kata Noegardjito, Sekretaris Umum Gaikindo, saat dihubungi Katadata.

Gaikindo mencatat penjualan LCGC pada Januari-Agustus 2014 sebanyak 113.752 unit. Penjualan tersebut mencapai 13,7 persen dari total penjualan mobil di dalam negeri sebesar 830.388 unit pada periode yang sama.

(Baca: Program LCGC Perbaiki Neraca Perdagangan RI)

Noegardjito juga menampik jika LCGC telah menyebabkan kemacetan di Jakarta dan sekitarnya. Lantaran pangsa pasar mobil murah itu di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek) hanya 3,5 persen. ?Selebihnya banyak dijual di daerah,? tutur dia.

Adapun jenis mobil murah ramah lingkungan yang telah diproduksi yakni Toyota Agya, Suzuki Karimun WagonR, Honda Briyo Satya, dan Daihatsu Ayla. Dari beberapa mobil tersebut, Toyota Agya, menjadi mobil LCGC yang paling laris dengan penjualan sebesar 46.399 kendaraan.

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) disebut bakal menghapus program mobil murah dan ramah lingkungan tersebut. Rencananya Jokowi akan menghapus pemberian fasilitas potongan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) atas mobil LCGC berkisar 0 persen-75 persen.

Persoalannya, program mobil murah ini dinilai sebagai penyebab pemborosan bahan bakar minyak (BBM) dan kemacetan. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...